Taufik Sentana
Ikatan Dai Indonesia. Kab. Aceh Barat. Bergiat di Studi Tadabbur Quran.
Kalimat sultanan nashira ada termaktub dalam surah Alisra'. Kalimat pendek tersebut bagian petikan doa, yang khususnya dipanjatkan seorang abid setelah shalat malam.
Petikan lengkapnya, di akhir doa, “dan jadikan bagiku dari sisiMu pemimpin yang memenangkan, yang memberi pertolongan”.
Lalu apa kaitannnya? bila mentadabburi ayat ini dan menghubungkannya dengan kondisi sekarang, atau bahkan dalam setiap kondisi, maka makna sultanan nashira itu hadir sebagai rahmat dari Allah atas suatu kaum. Ia lawan dari pemimpin yang zalim dan para pembesar yang tidak adil serta merusak.
Dalam kondisi sempit sekarang ini, maka sultanan nashira berwujud berupa petikan kebijakan, sikap elite yang tanggap dan empati serta lahirnya orkestrasi kebajikan sosial, berupa sinergi solidariti.
Hal di atas menandakan bahwa rahmat Allah itu dekat kita dan menunjukkan bahwa pemerintah setempat beserta para “pembesarnya” fokus pada perbaikan masyarakat. Dan ini juga mengindikasikan pemerintahan itu kuat.
Beruntunglah suatu daerah atau negara yang memiliki karakter kepemimpinan “sultanan nashira”. Yang dengannya para elite, pejabat dan pembesar kaum selalu terdepan dalam memenangkan keperluan masyarakat dan kebutuhan dasar mereka.
Sehingga mereka selalu cepat keluar dari keadaan sulit dan tetap memelihara keimanan pada Al Khaliq, Rabbul alamin.[]



