AS-SAMI' merupakan salah satu Asma’ullah al-Husna dan berada pada urutan ke-26. Allah menyebut nama-Nya yang Agung ini dalam beberapa ayat Al-Qur’an semisal dalam firman-Nya:
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (asy-Syura: 11).
Allah SWT itu merupakan mendengar semua yang terucap, terlintas dalam pikiran dan akal, apa yang dirasakan dalam hati. Gemericiknya air, gemerisiknya dedaunan kala ditiup angin, bahkan bunyi jejak langkah kaki semut Allah mendengarnya dengan jelas. As-Sami’ Yang Maha Mendengar juga sifat kesempurnaan karena lawan katanya tuli, sebagai sifat kekurangan.
Sebagian ulama menyebutkan ada dua tingkat kesempurnaan yang relatif dan mutlak. Kesempurnaan mutlak tidak bergantung pada alat, keadaan, atau batasan. Sedangkan kesempurnaan yang relative tergantung pada alat, keadaan dan tebatas.
Alam semesta sejak penciptaan awal hingga akhir dari satu sisi ke sisi yang lain tanpa terputus, segala bunyi dan suara selalu mengiringi penciptaan ini. suara ini terkadang ada yang mampu didengar oleh manusia, sebagaimana halnya suara ledakan keras, ada pula yang tidak terdengar oleh pendengaran manusia.
Sifat As-Sami' dalam hal ini ada dua katagori pertama, pendengaran-Nya yang umum terhadap seluruh suara yang lahir dan batin, yang tersembunyi dan yang jelas, sehingga Allah l meliputinya seluruhnya secara sempurna.
Sedangkan katagori kedua, dimana As-Sami' sebagai pendengaran yang khusus, yaitu pendengaran beserta ijabah dari-Nya. Pendengaran bagi orang-orang yang berdoa kepada-Nya serta hamba-hamba yang beribadah kepada-Nya. Maka Allah SWT akan mengijabahi mereka dan memberi mereka pahala seperti dalam firman-Nya:
“Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan kami telah mengikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah).” (Ali Imran: 35)
Kelebihan Zikir As-Sami'
Kelebihan As-Sami' sangat banyak, diantaranya:
Pertama, apabila seseorang menginginkan termaqbul doa dan pendengaran kita tajam, biasakanlah zikir ‘Ya Sami’ setiap hari sebanyak 50 kali atau sesuai kemampuan terutama sesudah Shalat Dhuha, Insya Allah doa akan mustajab.
Kedua, seseorang mewiridkan “Ya Sami ' setelah shalat sunat sebanyak 100 kali, Insya Allah akan menurunkan ‘Rahmat’ khas untuknya.
Ketiga, Seseorang mewiridkan ‘Ya Sami’ 100 kali berulang-ulang tanpa bercakap dengan sesiapapun pada hari Khamis selepas shalat Zuhur (tengah hari), Insya Allah Allah akan mengkhabulkan segala hajatnya.
Keempat, seseorang membaca dan mewiridkan ‘Ya Sami’ 500 kali, setelah selesai Salat Dhuha pada hari Khamis, maka doanya akan ditunaikan oleh Allah SWT dan akan disembuhkan pendengarannya dari penyakit tuli atau pendengarannya akan menjadi lebih baik.[]





