BANDA ACEH – Tim Superbikers Association of Malaysia (SAM) dan G20 atau Goldwing Malaysia melakukan touring (tur) ke Aceh. Mereka menyebut alam Aceh indah dan masih alami, tapi banyak ternak berkeliaran di jalan sehingga pengendara motor merasa tidak nyaman.

Rambongan 23 motor gede (Moge) asal Malaysia ini dipimpin Dato Sulaiman Bin Samia'an. Mereka menempuh jalan darat dari Medan menuju Aceh agar dapat menikmati keindahan alam.

“Kita sudah touring dan tertarik dengan Aceh. Kita melihat keindahan alam Aceh. Kalau dari pesawat, tentu tidak begitu tampak keindahannya,” kata Dato Sulaiman di Banda Aceh, Kamis, 12 Desember 2019.

Sulaiman mengakui keindahan alam Aceh masih alami dibandingkan provinsi lain. Menurut dia, suasana alam Aceh masih sangat hidup, seperti gunung yang indah. Sehingga saat mereka mengunjungi Takengon hawa dingin sangat terasa.

Dia juga menyebut kondisi jalan aspal di Aceh, besar dan bagus sehingga memudahkan pihaknya
berkendara. “Kami paling terkejut melihat jalan yang besar di Aceh. Namun, masalahnya ternak masih berkeliaran. Kami sebagai pelancong hanya itu melihat,” ungkap Sulaiman.

Sulaiman turut memuji pembangunan Aceh pascatsunami. Proses pembangunan dinilai begitu cepat yang membuat Aceh bangkit kembali setelah porak-poranda dan banyak korban jiwa akibat tsunami tahun 2004 silam.

“Hebat orang Aceh, semangat orang Aceh luar biasa dalam membangun kembali pascatsunami, semangat orang Aceh patut saya puji,” ujar Sulaiman.

Namun, dia menyarankan pemerintah di Aceh menertibkan ternak supaya tidak lagi berkeliaran di jalan. Ini dinilai penting agar tidak jatuh korban jiwa dari pengendara motor saat melintas di jalan.

“Di Malaysia tidak ada ternak yang melintas di jalan. Tapi senang juga bisa melihat (di Aceh), tapi perlu ditertibkan agar pengguna jalan aman dan nyaman,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Aceh harus merawat dan menjaga alam Aceh. Banyak tempat wisata layak dikembangkan, seperti di Aceh Tengah yang udaranya sejuk.

“Alam masih bagus, udara bagus, pokoknya semuanya masih sangat elok. Senang kami datang ke Aceh,” ucap Dato Sulaiman.[]

Penulis: Khairul Anwar