Kamis, Juli 25, 2024

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...
BerandaNewsSwiss Gelar Referendum...

Swiss Gelar Referendum Sikapi Warga Negara Asing

PEMERINTAH Swiss, Minggu (28/2) menggelar referendum tentang keberadaan warga negara asing di negara tersebut. Hasil referendum akan menentukan apakah Swiss secara otomatis akan mengusir warga negara asing yang melakukan kejahatan ringan.

Usulan tersebut diajukan oleh partai sayap kanan Rakyat Swiss. Referendum digelar seiring dengan bertambahnya rasa gelisah masyarakat Swiss akibat meningkatnya arus imigran dan masalah sosial-yang menurut Partai Rakyat merupakan konsekuensi dari kehadiran para migran.

Tapi oposisi mengatakan hukum akan membuat sistem peradilan dua tingkat yang akan menargetkan orang asing secara tidak adil yang tinggal secara legal dan permanen di Swiss.

Lebih dari lima juta orang berhak untuk memilih, tidak termasuk sekitar dua juta warga negara asing yang tinggal di negara tersebut. Jika diterima, aturan ini akan memperkuat gerakan yang diadopsi pada 2010 untuk mendeportasi orang asing yang dihukum karena pembunuhan atau kekerasan seksual.

Partai Rakyat Swiss sekarang berusaha untuk secara otomatis mendeportasi tanpa hak banding jika warga negara asing melakukan dua pelanggaran ringan dalam waktu 10 tahun seperti mengebut atau berdebat dengan polisi.

Pendukung usul itu mengatakan aturan baru tersebut akan menjadikan Swiss tempat yang lebih aman, dan mengungkap statistik yang menunjukkan bahwa banyak tahanan penjara merupakan orang asing. Berbagai jajak pendapat menunjukkan hasil penghitungan suara akan menjadi ketat.[] sumber: media indonesia

Baca juga: