Rabu, Juli 24, 2024

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...

DPMPPKB Aceh Utara dan...

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Asisten I Sekda Dr....

Puluhan Siswa MTs Swasta...

SIGLI - Diduga keracunan, puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Tgk Syik Dayah...
BerandaNewsTA. Khalid: Negara...

TA. Khalid: Negara Harus Hadir Menyelesaikan Permasalahan Pangan

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra, TA. Khalid, menegaskan pemerintah harus hadir menyelesaikan permasalahan pangan. Di antaranya dengan mengintervensi harga minyak goreng dan minyak sawit mentah (CPO) hingga harga jagung dan unggas.

Hal itu disampaikan TA. Khalid dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi IV DPR RI dengan Penggiat Koro Pedang; Ketua Umum Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia; Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia, membahas dan meminta masukan terkait permasalahan pangan nasional, Senin, 21 Maret 2022.

TA. Khalid menilai permasalahan pangan hampir setiap tahun terjadi. “Seharusnya itu tidak boleh terjadi. Maka pemerintah, negara, harus hadir untuk mengatur, khususnya pangan. Karena tanpa pengaturan pemerintah yang konkret, tanpa senergitas regulasi dan kebijakan pemerintah, ini akan selalu jadi masalah,” ujarnya.

Misalnya, permasalahan mahalnya minyak goreng seperti terjadi saat ini. “Kenapa minyak goreng bisa mahal, karena naiknya harga CPO. Kenapa harga CPO naik, karena harga (tanda buah segar/TBS) sawit naik,” kata TA. Khalid.

“Sebenarnya kita sepakat petani sawit itu harus sejahtera dengan naiknya harga sawit. Tetapi efeknya ke minyak goreng. Di sini pemerintah harus hadir, bagaimana mengatur CPO, jangan langsung semua ekspor ke luar negeri. Seharusnya pemerintah mengintervensi,” tambahnya.

Begitu juga soal harga jagung. Petani jagung memang harus sejahtera dengan naiknya harga komoditas tersebut. Namun, efeknya harga pangan lainnya yaitu unggas pun naik. “Saat harga unggas naik, masyarakat menjerit. Ketika harga unggas anjlok, petani unggas menjerit. Ini problem, maka kita berharap pemerintah harus hadir untuk mengintervensi setiap lini, harus ada sinergitas misalnya antara petani jagung dengan petani unggas. Kalau kita hanya memerhatikan kesejahteraan petani jagung, tidak memerhatikan nasib petani unggas, ini akan menjadi masalah,” ujar TA. Khalid.

Artinya, kata TA. Khalid, negara harus hadir untuk mengintervensi atau mengatur harga jagung, industri pakan, dan harga unggas agar semua lini terkontrol dengan baik. “Negara harus hadir dengan senergitas regulasi dan kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Lihat pernyataan TA Khalid selengkapnya di sini. [](*)

Baca juga: