BANDA ACEH – Setelah dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Aceh,  Jumat, 14 Februari 2020, Anwar Husen, S.PdI., M.A.P., alias Tgk. Wan Keulibuet, berjanji segera mempersiapkan kebutuhan organisasi termasuk pembenahan dan pengaderan. 

“Kami langsung bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa dan mesti dikerjakan. Pembenahan organisasi, salah satu prioritas harus segera dilakukan,” ungkap Anwar Husen kepada portalsatu.com, 16 Februari 2020.

Anwar yang saat ini tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, berkomitmen memberikan perhatiannya untuk mengendalikan olahraga cabang bela diri secara profesional dengan tujuan ke depan dapat lebih meningkatkan prestasi para atlet di event nasional. 

“Saya tetap berpedoman pada pendapat maju mundurnya satu organisasi sangat tergantung sama manajemen. Untuk kemajuan maka perlu pengelolaan secara baik, dan itu akan kita lakukan,” kata mantan anggota DPRK Pidie Fraksi Partai Aceh ini. 

Dalam dunia olahraga sosok Anwar Husen tidaklah asing lagi. Sebelum terpilih sebagai Ketua Pengprov TI Aceh, mantan Gubernur Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Pidie ini pernah dipercayakan memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pidie.  Bahkan dia terpilih dua periode sebagai ketua induk organisasi olahraga tersebut. 

Namun demikian dirinya mengaku masih banyak kekurangan dalam hal membenah demi memajukan olahraga Teakwondo, sehingga sangat mengharapkan para senior untuk berpatisipasi dalam segala hal, termasuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 di Papua.

“Kami sangat membutuhkan dukungan semua pihak, terutama para senior dan stakeholder, sehingga apa yang kita targetkan bisa tercapai nantinya,” harap Anwar Husen. 

Pelantikan yang digelar di Hotel Madinatul Zahra, Banda Aceh dipimpin Wakil Ketua PBTI, Brigjen (Purn.)  Nur Fajari, S.T. Dia berpesan kepada pengurus baru dapat mengukir prestasi pada PON 2020 Papua. 

Dalam mengurus organisasi TI, Anwar dibantu (Ketua Harian) Samsul Bahri, (Sekretaris Umum) Andriansyah dan (Bendahara Umum) Arif Munanzar. Juga sejumlah nama lainnya yang tercatat dalam SK pengurus harian dengan jumlah sesuai SK sebanyak 40 orang.[]