Alih bahasa atau familiar disebut menerjemah dari satu bahasa ke bahasa lain kerap terjadi. Tujuannya bermacam-macam, seperti penyampaian informasi atau karena tidak ada padanannya dalam bahasa yang sasaran.
Gulèe jruek misalnya (yang hanya ada di wilayah barat dan selatan Aceh), bila hendak digunakan dalam bahasa Indonesia, gulai asam durian. Penerjemahan seperti ini lebih tepat karena gulèe jruek bahannya dari durian yang difermentasi. Kalau belum dijadikan gulai, namanya jruek. Dalam bahasa Indonesia disebut asam durian.
Lihat lagi eungkôt masén, yang dapat diterjemahkan menjadi ikan asin. Penerjamahan seperti ini sah-sah saja, malah menambah kosakata bahasa yang awalnya tak punya kata itu.
Sayang, tidak semua kata dapat diterjemahkan. Alih-alih diterjemahkan, padanannya saja tidak ada. Nibai, misalnya, kata yang sering dipakai di bidang pertanian tak ada terjemahan atau padanannya dalam bahasa Indonesia. Tanoh cak atau eungkôt thô apa terjemahan atau padanannya dalam bahasa Indonesia? Sementara ini saya belum menemukan jawabannya.
Coba terjemahkan makian ini, kajak u bui lôp keudéh. Saya yakin, Anda akan menerjemahkan kamu pergi ke mana babi masuk. Berterima akal memang terjemahan ini, tetapi nuansa maknanya lenyap. Artinya, terjemahan itu tak terkesan sebagai makian.
Hal yang sama juga terjadi pada ungkapan satire ini, lagèe ulèe kamèng teutet. Tak elok bila diterjemahkan seperti kepala kambing yang terbakar. Alasannya, lagi-lagi karena hilangnya nuansa makna satire.
Menerjemahkan suatu kata atau ungkapan ke dalam bahasa lain memang tak dapat dipaksakan. Bila itu dilakukan, muncullah bentuk yang salah kaprah. Contohnya, angèn teuga that yang kerap diterjemahkan angin kuat sekali, atau ujeuen teuga that yang kerap diterjemahkan hujan kuat sekali. Sejatinya, bentuk yang benar adalah angin kencang sekali, dan hujan deras sekali.
Bahasa-bahasa di dunia juga mengalami hal yang sama. Simak penjelasan yang saya kutip dari kapanlagi.com berikut ini.
1. Waldeinsamkeit
Merupakan salah satu kata dari bahasa Jerman, Waldeinsamkeit merupakan perasaan kesendirian. Bisa diartikan sendirian di hutan dan 'menyatu' dengan alam. Ralph Waldo Emerson bahkan pernah menulis sebuah puisi tentang Waldeinsamkeit.
2. Culaccino
Bahasa Italia yang satu ini berarti tanda yang tertinggal di atas meja, yang disebabkan oleh gelas berisi es.
3. Iktsuarpok
Iktsuarpok bisa diartikan sebagai perasaan was-was yang akhirnya bikin kamu menengok ke luar, dan memeriksa kalau-kalau ada yang datang. Selain itu, bahasa Inuit ini bisa juga diartikan sebagai ketidaksabaran.
4. Komorebi
Yang satu ini berasa dari Jepang. Komorebi biasanya dipakai untuk mengungkapkan momen ketika sinar matahari menerpa pohon-pohon. Lebih tepatnya, komorebi adalah momen ketika cahaya berinteraksi dengan dedaunan.
5. Pochemuchka
Dari Rusia, ada pochemuchka artinya adalah seseorang yang mengajukan banyak pertanyaan. Bahkan mungkin terlalu banyak pertanyaan yang kita tak banyak tahu jawabannya.
6. Sobremesa
Kalau kata sobremesa ini berasal dari Spanyol. Kata ini menggambarkan periode waktu setelah makan, ketika kamu terlibat dalam percakapan dengan orang-orang yang telah berbagi makan denganmu saat itu.
7. Jayus
Wah! Ternyata kata jayus termasuk dalam jajaran kata tak indah yang tak bisa diterjemahkan. Arti dari kata ini adalah momen di mana seseorang melempar candaan yang basi dan tak lucu bagi orang-orang di sekitarnya.
8. Pana Po'o
Hawaii punya satu kata 'ajaib' juga. Pana Po'o merupakan momen saat kamu lupa di mana meletakkan kunci, dan kamu menggaruk kepala, yang biasanya bisa membantumu mengingatnya.
9. Dépaysement
Kata ini berasal dari Prancis, yang artinya adalah perasaan seseorang bahwa dirinya sedang tidak berada di negara asal mereka. Merasa menjadi orang asing, imigran, atau mengungsi dari tempat asalnya.
10. Goya
Urdu merupakan bahasa nasional Pakistan dan beberapa daerah di Indian. Bahasa Urdu yang satu ini dimaksudkan untuk menyampaikan sesuatu yang tidak nyata jadi tetap terasa seperti kenyataan. Seringkali Goya dikaitkan dengan dongeng yang baik.
11. Mångata
Seperti pengucapannya, Bahasa Swedia yang ini juga memiliki arti indah. Mångata diartikan sebagai pantulan berkilau dari cahaya bulan yang jatuh di atas air.[]



