Karya: Jamaluddin
Penyuka Sastra
Ingin meraih
Jalanan berbatu dan terjal
Terjatuh bergulingan ke jurang
Bangkit kembali
Berjalan merasakan perihnya runcing-runcing kerikil bebatu
Cinta semakin bergelora
Wujudnya terlihat nyata
Langkah terasa tak berdaya
Ia semakin dekat
Semakin dekat
Dan berhasil meraihnya
Ia sudah dalam genggaman
Hanya sesaat
Terlepas
Terjatuh
Hilang kembali
Terdiam
Tiada kekuatan
Tiada keabadian
Kehilangan ia adalah fakta yang yang sangat dekat menjadi sahabat
Keberuntungan adalah sementara
Sebelum dijemput kehilangan
Bersyukur pada diajarkan kesulitan
Mengenal hakikat kefanaan
Dalam perjalanan kehidupan
Terus melangkah
Tuntutan hidup dalam melintasi arus susah dan bahagia adalah kewajiban
Melangkah
Menanggung di pundak cahaya mentari
Memijak bumi basah dan kering
Mendengar
Sumpah serapah
Sanjung puja terima kasih
Terus berjalan dalam lembaran kisah duka sedih dan senang sukacita
Kegagalan memang tak menyisakan upah yang diharapkan dari usaha dalam berjuang
Kegagalah itu adalah maha guru yang nasehatkan untuk lebih faham tentang kehidupan
Terus berjalan
Menggenggam impian
Bersama alam
Merasakan pedih pahit dan senang
Melintasi hakikat kefanaan dunia untuk
Mengenal Keabadian dari PenciptaNya
Loh Angen 15 April 2021.[]






