Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaBerita Gayo LuesTanpa IMB, Dinkes...

Tanpa IMB, Dinkes Gayo Lues Bangun Poskesdes Ketukah di Jurang

BLANGKEJEREN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gayo Lues membangun Poskesdes di Desa Ketukah, Kecamatan Blangjerago, di dalam jurang. Bangunan yang sudah selesai diperkirakan hampir 80 persen itu diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kabid Pemberdayaan Sumberdaya Kesehatan (PSDK) Dinkes Gayo Lues, Muhammad Husin, SKM., selaku PPTK, Selasa, 5 Oktober 2021, mengatakan tanah tapak bangunan Poskesdes Ketukah dihibahkan oleh desa kepada Dinas Kesehatan untuk dibangun Poskesdes.

“Sampai saat ini tidak ada kajian khusus terkait kemungkinan-kemungkinan tanah lereng itu mudah longsor atau tidak. Di situ dikasih tanah oleh desa, ya, di situ dibangun Poskesdesnya. Kalau kajian kemungkinan longsor atau tidak, belum sampai ke situ kami,” kata Husin di ruang kerjanya.

Ditanya siapa yang akan bertanggung jawab jika tanah lereng itu longsor ke bangunan Poskesdes yang akan ditempati bidan desa, Husin mengatakan, “Kita berusaha agar longsor itu tidak terjadi. Caranya, ya, dengan membangun pagar keliling Poskesdes. Menurut saya tidak terlalu berisiko terjadi longsor, hanya saja pohon di atas lereng itu yang kita khawatirkan, itu dibersihkan saja nanti”.

(Muhammad Husin, Kabid PSDK Dinas Kesehatan Gayo Lues. Foto: Anuar Syahadat)

Husin juga mengakui pembangunan Poskesdes Ketukah yang dikerjakan CV Surya Citra dengan anggaran Rp666 juta lebih dari DOKA itu belum memiliki IMB.

“IMB-nya belum keluar, siap dulu bangunan baru kita urus IMB. Karena sayapun belum paham mengenai pengurusan izin IMB,” kata Husin menjawab wartawan apakah bangunan itu sudah memiliki IMB atau tidak.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Gayo Lues, Jakaria, melalui Jon selaku pengurus IMB di Dinas Perkim, mengatakan IMB wajib ada sebelum memulai pekerjaan. Jika seseorang mengurus IMB setelah pekerjaan selesai, itu namanya Sertifikat Layak Fungsi.

“Kalau posisi bangunan sudah selesai baru IMB-nya diurus, itu bukan IMB lagi namanya, tetapi Sertifikat Layak Fungsi. Kalau IMB itu wajib ada sebelum memulai mendirikan bangunan. Namun, jika posisi bangunan dibuat di bawah jurang, itu mengurus Sertifikat Layak Fungsinya akan susah keluar, karena kamipun harus koordinasi dan meninjau dengan pihak tata ruang dulu,” kata Jon melalui telepon.

Di kota-kota besar, kata Jon, bangunan yang tidak memiliki IMB memang langsung dibongkar, baik bangunan pemerintah maupun milik masyarakat. Akan tetapi, di Gayo Lues belum ada instruksi melakukan pembongkaran bangunan yang tidak memiliki IMB.

(Foto: Anuar Syahadat)[]

Baca juga: