NAGAN RAYA – Pengikut tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan di Nagan Raya, melaksanakan salat Idul Adha 1439 Hijriah, Selasa, 21 Agustus 2018. Salat Id dilangsungkan di Kompleks Masjid Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur.

Menurut Teuku Jamalul Alamuddin, cucu kandung Abu Habib Muda Seunagan, penetapan perayaan Idul Adha 1439 Hijriah yang mundur sehari dari perayaan Idul Adha di Aceh pada umumnya, sudah berdasarkan hisab sejumlah ulama di Kabupaten Nagan Raya.

“Penetapan Hari Raya Idul Adha 1439 H ini dilakukan berdasarkan hisab yang dilakukan oleh sejumlah ulama termasuk ulama dayah di Nagan Raya,” kata pria yang akrab disapa Ampon Mudin, di kediamanya, Senin, 20 Agustus 2018.

Jamalul menambahkan, penetapan tanggal 10 Zulhijjah 1439 H tersebut sudah dilakukan sejak satu bulan lalu, sesuai dengan kesepakatan sejumlah ulama di Nagan Raya.

Pengikut tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan di Nagan Raya, jumlahnya mencapai puluhan ribu. Selain di Nagan Raya, pengikut Abu Habib Muda Seunagan juga terdapat di beberapa kabupaten lain di Aceh, seperti di Aceh Barat, Aceh Barat Daya. Namun, tak sebanyak di Nagan Raya.

Abu Habib Muda Seunagan adalah ulama terkemuka Aceh yang disegani karena kharisma dan keilmuannya. Ia juga sosok pejuang kemerdekaan. Meninggal di Gampong Peuluekung, Nagan Raya, pada 1972, Habib Muda Seunagan dimakamkan di sana.

Berkat jasanya dalam perang kemerdekaan, Pemerintah Indonesia pernah memberikan anugerah ‘Tanda Kehormatan Jasa Utama’ kepada Habib Muda Seunagan.[]