BANDA ACEH – Kolektor Manuskrip Aceh, Tarmizi A Hamid, mengenang almarhumah Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim, yang wafat pada 21 Ramadhan 1439/6 Juni 2018, pukul 06.45 Wita di RS Kota Mataram – NTB, dan dipulangkan ke Aceh.

“Innalillahi wa innailaihi Raji'un. Semoga Allah Swt mengampuni semua dosa dosanya menerima semua amalannya dan diberikan tempat yang istimewa disisiNya. Alhamdulillah jenazah almarhumah cucu Sultan terakhir Aceh ini akan disemayamkan di sisi orang tuanya di Komplek Baperis Makam makam Keluarga Raja Aceh di Banda Aceh sesuai dengan wasiatnya kepada saya beberapa tahun yang lalu seperti telah dirilis wasiat tersebut lewat portal satu (baca: Pesan Cucu Tertua Sultan Aceh Melalui Tarmizi A Hamid),” kata Tarmizi, Rabu 6 Juni 2018.

Tarmizi mengaku, Cahya Nur Alam berulang kali mewasiatkan hal tersebut kepadanya, terakhir saat meninjau bencana gempa Pidie jaya beberapa tahun yang lalu.

“Terima kasih kepada Pemerintah Aceh atas segala-galanya, sehingga jenazah almarhumah dimakamkan di Banda Aceh sesuai wasiatnya kepada saya. Alhamdulillah,” kata Tarmizi. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Cahya Nur Alam merupakan cucu Sultan Aceh Darussalam yang terakhir, Sultan Muhammad Daud Syah. Rumah duka Jl.Kesra Raya No.124, Perumnas Tanjung Karang, Mataram, NTB. Namun, jenazah Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam dipulangkan ke Aceh untuk dimakamkan di samping ayah beliau, Tuanku Raja Ibrahim, di Baperis. 

Baperis (Badan Pembina Rumpun Iskandarmuda) merupakan kompleks makam Sultan Iskandar Muda, yang di sana ada makam Sultan Besar Sultan Mansur Syah. Berada di samping Museum Aceh, dan di sisi Meuligoe Gubernur Aceh.

Sebagaimana diketahui, Yang Mulia (YM) Sultanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam binti Tuwanku Ibrahim bin Sultan Muhammad Daodsyah. Sultan Muhammad Daodsyah merupakan sultan Kesultanan Aceh Darussalam yang terakhir, yang memimpin perang melawan Belanda.

Setelah puluhan tahun, beliau ditangkap dan ditawan dibuang ke Rawamangun, Jakarta. Makam Sultan Muhammad Daodsyah berada di Rawamangun, Jakarta Timur.[]