LHOKSEUMAWE – Tarmizi A. Karim, calon Gubernur Aceh menerima pesan singkat bernada aneh dari orang tidak dikenal sehari sebelum insiden di Masjid Raya Pase, Pantoblabu, Aceh Utara.
“Pesan itu masuk ke ponsel saya sehari sebelumnya. Isinya, saya dilarang menjadi khatib di Masjid Raya Pase. Saya tanya siapa, tidak ada balasan. Kemudian pesan itu saya kirim ke panitia masjid,” ujar Tarmizi Karim kepada portalsatu.com, Sabtu, 21 Januari 2017.
Menurut Tarmizi Karim, pihak panitia masjid itu juga tidak mengetahui nomor pengirim pesan aneh itu. Setelah pihak panitia memastikan tidak akan memicu persoalan, akhirnya Tarmizi Karim memastikan hadir untuk mengisi khotbah pada Jumat itu.
Terkait insiden di Masjid Raya Pase itu yang kini ditangani Polres Aceh Utara, Tarmizi Karim yang merupakan putra Lhoksukon berharap agar masalah tersebut bisa diselesaikan secara baik, tidak ada yang dirugikan.
“Kita hargai saja proses hukum, supaya tidak akan memicu permasalahan lagi di kemudian hari,” katanya.
Tamizi Karim menambahkan kejadian di Masjid Raya Pase tidak mengganggu agenda politiknya. Bahkan, ia tetap melakukan pertemuan dengan masyarakat dan pendukungnya di Aceh Utara.[]
Laporan Munir



