Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsPendidikanTasyakuran 7 Tahun...

Tasyakuran 7 Tahun Mataqu, Ini Kata Ustaz Syahrial

LHOKSEUMAWE – Dayah Ma’had Ta’limul Qur’an (Mataqu) Ustman Bin Affan mengadakan tasyakuran tujuh tahun usia lembaga pendidikan Alquran ini, di Kompleks Mataqu, Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Ahad, 4 April 2021. Acara syukuran itu dihadiri ramai tamu undangan, sebagian besar wali santri. Usai seremoni, mereka menikmati kenduri bersama, dan shalat Zuhur berjamaah di masjid dalam Kompleks Mataqu.

“Ini tasyakuran pertama yang kita lakukan sepanjang berdirinya Mataqu sejak tujuh tahun lalu. Salah satu tujuan kita adakan acara ini untuk bersilaturahim dan bentuk terima kasih kami kepada semua teman, kolega, kenalan, jamaah, masyarakat di sini, dan stakeholders yang telah berkontribusi baik langsung ataupun tidak dalam pembangunan Mataqu, pembangunan fisik maupun nonfisik,” ujar Ustaz Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Lc., M.A., Ph.D., salah seorang Pimpinan Dayah Mataqu, kepada para wartawan, usai seremoni tasyakuran itu.

Mataqu yang menganut pendidikan tujuh tahun telah melakukan wisuda angkatan pertama pada Sabtu kemarin. “Jadi, inilah salah satu momen yang kami anggap tepat untuk kami melakukan semacam seremonial kecil untuk mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi kontribusi terhadap pembangunan Mataqu,” tutur Ustaz Syahrial.

(Tamu undangan acara tasyakuran tujuh tahun Mataqu. Foto: portalsatu.com)

Jumlah lulusan Mataqu yang diwisuda 20 orang (putra dan putri). “Kami berterima kasih kepada orangtua dari santri-santri angkatan pertama yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada kami dari pertama Mataqu ini digerakkan sampai mereka kita wisudakan kemarin,” ucap Ustaz Syahrial yang juga dai kondang di Lhokseumawe.

Menurut Ustaz Syahrial, semua lulusan Mataqu itu sudah hafal Alquran 30 juz. “Ada yang lancarnya 30 juz, ada yang lancar 25 juz, bervariasi. Tapi mereka semua sudah menghafal 30 juz, cuma lancarnya ini beda-beda,” jelasnya.

Dia menyebut 20 santri yang sudah diwisuda tersebut merupakan generasi pertama, pembuka jalan bagi adik-adik kelasnya di Mataqu. “Alhamdulillah, untuk angkatan kedelapan sudah kita terima 100 lebih, putra dan putri. Sekarang total santri dengan tambahan yang mendaftar kemarin itu sudah hampir 500 orang,” kata Ustaz Syahrial.

Mataqu menargetkan setiap tahun menerima 100 peserta didik baru: 50 putra dan 50 putri. Menurut Ustaz Syahrial, sarana dan prasarana dimiliki Mataqu sekarang sudah memadai, sehingga sementara ini tidak ada rencana pembangunan besar-besaran. “Tinggal mungkin beberapa hal yang perlu kita benahi, seperti jalan, pagar, sanitasi, musalla dan beberapa balai,” ujarnya.

(Suasana saat tasyakuran tujuh tahun Mataqu. Foto: portalsatu.com)

Luas lahan Mataqu di Alue Lim sekitar 4 hektare, semuanya wakaf dari hamba Allah. “Jadi, boleh dikatakan apa yang ada di sini, mulai dari tanah dan bangunan adalah wakaf, sumbangan, dan swadaya masyarakat. Ini bentuk kepercayaan dan kepedulian kita umat Islam di Lhokseumawe dan sekitarnya terhadap pendidikan Alquran di lembaga ini, Alhamdulillah,” tutur Doctor of Philosophy (Ph.D) Quran dan Sunah lulusan International Islamic University Malaysia ini.

Ustaz Syahrial mengatakan pelajaran utama di Mataqu adalah menghafal Alquran. Namun, para santri juga diberikan pendidikan lainnya seperti seperti layaknya di sekolah-sekolah. Di antaranya, belajar sains, matematika, bahasa Inggris, dan penguatan bahasa Arab.

“Secara umum pendidikan di Mataqu ini pendidikan tujuh tahun. Ada Tsanawiyah, ada Aliyah. Pelajaran utamanya sepanjang mereka di Tsanawiyah adalah Alquran. Selesai mereka hafal Alquran di Tsanawiyah, ketika mau masuk Aliyah kita beri materi bahasa Arab dalam bentuk intensif. Selama ini kita difasilitasi Darullughah untuk mengajarkan mereka bahasa Arab lebih kurang tiga bulan. Kita sudah praktekkan, Alhamdulillah, selepas karantina tiga bulan itu mereka bisa bahasa Arab,” ujar Ustaz Syahrial.

Ustaz Syahrial menambahkan, ketika para santri Mataqu masuk tingkat Aliyah, mereka baru belajar pengetahuan seperti ilmu-ilmu syar’i, fikih, hadis dan lain-lain. “Tentu juga tanpa melupakan ilmu-ilmu umum yang selama ini menjadi materi yang diujiankan di UAN, tetap kita ajarkan kepada mereka. Sehingga harapannya nanti anak-anak ini kalau ada yang menyambung ke kampus-kampus pendidikan umum, mereka tetap bisa bersaing di sana dan bisa beradaptasi,” jelasnya.

Mataqu sudah terakreditasi dengan predikat A dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF). “Sepengetahuan kami, ini satu-satunya pesantren yang kategori pendidikan nonformal di Aceh yang sudah terakreditasi dan Alhamdulillah kita mendapat predikat A. Ini juga sebagai bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap sistem pendidikan di Mataqu,” ucap Ustaz Syahrial.

Dayah Mataqu didirikan tahun 2013. Awalnya, dayah ini beroperasi sementara di Kompleks Perumahan Pemda Aceh Utara di Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, dengan meminjam bekas gedung madrasah diniah. Mataqu kemudian pindah ke Kompleks Perumahan PT Arun masa peralihan ke PT PAG, menempati bekas bangunan SMP Arun di Kecamatan Muara Satu.

Sebagian santri dipindahkan ke Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat sekitar tahun 2019 sesuai daya tampung fasilitas milik Mataqu yang sudah dibangun di sana. Mataqu pindah secara keseluruhan dari Arun ke Alue Lim, 21 Maret 2021. [](nsy)

Baca juga: