Karya: Jamaluddin
Peminat Budaya, Lhokseumawe.

Seekor binatang buas
sendi-sendi tubuhnya kuat
Taring dan kukunya tajam menusuk

Tatkala perutnya lapar
Mata, telinga dan penciuman akan siaga
Mengintai menerkam apasaja yang bergerak
mencabiknya

Terlihat kejam
Ia tak akan menghamba pada hewan lain yang lebih lemah darinya
Ia hanyalah hamba bagi rasa laparnya sendiri

Hewan peliharaan hidup bersama manusia
ia jinak, tidak kejam
Hanya berharap dapat jatah makan tersedia dalam kandangnya

Penghambaan manusia
Manusia padanya terkumpul segala sifat hewan
Manusia terkadang buas suka menyakiti
Merampas, korup, menipu dan mencuri

Manusia terkadang jinak
seperti seekor kucing
penuh harapan pada majikan yang memberikan kemudahan hidup padanya

Manusia Sufi
berharap pada Tuhannya
Sambil berikhtiar
Tak luput dari sujud syukur, bertasbih dan bertahmid dalam senang
Ia akan hiba pada melihat segala kesedihan
Ia akan berduka pada melihat segala kelalaian

Ia akan mengajak kembali
bila bertemu para musafir dunia yang lalai tersesat

Ia berusaha menghindari merusak apapun siapapun yang ada di bumi

Ia adalah seorang sufi yang tiap waktu cemas memasang mata, telinga, dan segala rasa supaya ia sedetikpun tidak melupakan Tuhannya

Perutnya akan dikosongkan pada waktu-waktu tertentu demi membatasi hasrat buasnya dari meronta ganas, yang berakibat bisa menghancurkan dirinya sendiri dan orang lain

Lohangen 3-4 April 2021.[]