TAKENGON – Angka kemiskinan Aceh Tengah saat ini masih berkisar 16,84 persen lebih tinggi daripada rata-rata angka kemiskinan nasional yang berkisar 10,12 persen. Masih relatif tingginya angka kemiskinan tersebut membuat salah satu misi pemerintahan Shabela Abubakar adalah menurunkan angka kemiskinan mencapai 9 hingga 8 persen.
“Misi pemerintahan kami selama lima tahun ke depan bertekad untuk menurunkan angka kemiskinan hingga 9 sampai 8 persen. Untuk mewujudkan angka tersebut tentu tidak mudah, dibutuhkan peran semua pihak, satu di antaranya kami akan menggandeng BPS Aceh Tengah,” kata Shabela disela-sela meresmikan pemanfaatan bangunan kantor baru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Tengah, Selasa, 16 Januari 2018.
Menurut Shabela, ketika mengumpulkan data dan informasi untuk mengukur tingkat kemiskinan, para surveyor atau karyawan kantor statistik turut mengumpulkan Indikator-indikator penyebab kemiskinan yang dapat dijadikan bahan untuk mencari solusi mengurangi angka kemiskinan.
“Tolong kami diberikan analisis terhadap indikator-indikator penyebab kemiskinan tersebut, faktor-faktor apa saja yang membuat masyarakat kita tergolong miskin, nanti kita akan mencari solusi agar faktor-faktor tersebut dapat ditangani dengan tepat,” kata Shabela.
Selain data kemiskinan, menurut Shabela, banyak data lainnya yang diperlukan sebagai dasar pengambilan kebijakan daerah.
“Kantor statistik secara reguler diharapkan dapat menyampaikan data-data daerah yang berkaitan langsung dengan masyarakat agar pemerintah daerah dapat menentukkan langkah-langkah yang tepat dalam meningkatkan pelayanan publik,” kata Shabela.
Sementara Kepala BPS Aceh Tengah, Mukhtaruddin, menyebutkan pihaknya akan siap membantu penyajian data yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah.
“Keberadaan kantor statistik di daerah memang untuk membantu pelayanan data bagi jajaran pemerintah dan masyarakat,” katanya.[] (*sar)



