TAKENGON Setelah tenaga medis RSUD Muyang Kute Bener Meriah melakukan aksi mogok kerja, belasan pasien terpaksa dibawa ke BLUD RSU Datu Beru Takengon, Aceh Tengah.
“Hingga saat ini, pasien rujuk hampir mencapai 15 orang, kemungkinan terus bertambah,” kata Direktur BLUD RSU Datu Beru Takengon, dr. Hardi Yanis, Sp.PD., Jumat, 3 Maret 2017, sore.
Hardi menyebut rata-rata pasien dari RSUD Muyang Kute yang dibawa ke RSU Datu Beru membutuhkan rawat inap. Kata Hardi, pihaknya menampung semua pasien yang membutuhkan pertolongan medis, karena RSU Datu Beru merupakan rumah sakit rujukan di wilayah tengah yang mencakup Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues.
Sampai saat ini, kata Hardi, kapasitas RSU Datu Beru juga masih memungkinkan untuk menampung pasien rujukan jika sewaktu-waktu ada penambahan. “Kalau tiba-tiba penambahannya signifikan, ya harus antre dulu berarti, tapi semua kita layani,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute melakukan mogok kerja, Jumat, 3 Maret 2017. Mereka turut membentangkan spanduk pemberitahuan tanpa pelayanan medis di depan pagar RSUD tersebut.
Belum diketahui penyebab mogok kerja tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, diduga aksi mogok kerja ini dilatarbelakangi belum dibayarnya honor tenaga medis dalam beberapa bulan terakhir. (Baca: Pegawai RSUD Muyang Kute Mogok Kerja)[]


