BANDA ACEH – Tiga penulis muda Aceh, Hayatullah Pasee, Ihan Nurdin, dan Riazul Iqbal, menerbitkan buku religi berjudul 'Ramadan Orang Awam'. Buku ini berisi berbagai realitas sosial yang lazim ditemui di Aceh selama bulan Ramadan. Buku ini resmi beredar di pasaran sejak 23 Mei 2019, bertepatan 18 Ramadan.

Ihan Nurdin melalui siaran pers, Jumat, 31 Mei 2019, mengatakan, buku ini proyek bersama mereka yang ditulis pada Ramadan tahun lalu di media sosial berbasis blockchain, Steemit. Berisi lebih 30 judul tulisan yang disajikan dengan narasi ringan dan santai, bahkan kocak. Namun, tetap mengandung pesan-pesan yang mengajak pembacanya untuk berkontemplasi.

“Memasuki Ramadan tahun lalu kami menggagas proyek bersama yang kami beri nama Oase Ramadan. Syaratnya one day one post yang kami tayangkan di Steemit. Tulisan-tulisan tersebut lantas kami kumpulkan dan kami sunting kembali sehingga menjadi sebuah buku dalam bentuk fisik seperti ini,” ujar Ihan.

Menurut Ihan, meskipun momentum buku ini diterbitkan di bulan puasa, secara substansi tetap kontekstual dibaca di bulan-bulan lain. 

“Buku ini sebenarnya hadir sebagai wujud refleksi kami sendiri, sebagai orang awam kami melihat Ramadan dari sudut pandang yang berbeda, itulah yang ingin kami bagikan dengan pembaca walaupun yang kami tahu cuma satu ayat saja. Karena pada prinsipnya, usaha untuk mengajak pada kebaikan bukanlah tugas para dai atau dilakukan dari mimbar ke mimbar saja,” ujarnya.

Sementara itu, Hayatullah Pasee menambahkan, buku yang diterbitkan oleh Bandar Publishing ini mendapat sambutan luar biasa dari pembaca. Hal itu menjadi motivasi tersendiri bagi mereka dalam berkarya. Bahkan, kata Hayat, peminat buku tersebut juga berasal dari Pulau Jawa dan Maluku.

“Buku ini merupakan karya kolaborasi kami bertiga yang memiliki karakter dan selera menulis yang berbeda sehingga membuat Ramadan Orang Awam lebih berwarna. Tulisan-tulisan Rio misalnya, lebih menggelitik dan kocak sesuai dengan karakter penulisnya yang lucu, tetapi tetap sarat makna dan membuat kita ikut berpikir,” ujar Hayat.

Senada dengan Hayat, Rio mengatakan buku ini cocok dibaca segala usia karena bahasanya yang ringan dan santai. Di luar itu, kata dia, ide-ide dirangkum para penulis buku ini merupakan hal-hal sederhana yang biasa dilihat dalam kehidupan sehari-hari. 

“Selamat membaca dan semoga menginpirasi,” ujar Rio.

Ketiganya merupakan pegiat literasi di komunitas Forum Aceh Menulis. Sebelum menerbitkan Ramadan Orang Awam, Rio sudah menerbitkan beberapa buku antologi dan solo, yang teranyar Sudah Kubilang Jangan Jadi Guru. Rio saat ini bekerja sebagai guru di Sekolah Sukma Bangsa Sigli, Pidie. Sedangkan Hayatullah sebelumnya pernah terlibat dalam beberapa proyek buku. Buku solonya tentang siaran pers saat ini menunggu waktu penerbitan. Mantan jurnalis ini sekarang bekerja di salah satu Satuan Kerja Perangkat Aceh atau SKPA.

Sementara Ihan Nurdin berprofesi sebagai jurnalis dan bekerja di aceHTrend. Ia juga menjadi penulis dan editor lepas. Saat ini ia sedang menunggu proses penerbitan untuk karya fiksinya tentang buku cerita anak.[](rilis)