SIGLI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie mencatat, jumlah warga pulang dari perantauan selama pandemi Covid-19 sudah mencapai 1.500 jiwa. Sebelumnya, mereka bekerja di berbagai daerah baik kabupaten/kota di Aceh, luar Aceh bahkan ada yang di luar negeri.

Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pidie, Bahrul Walidin, kepada portalsatu.com/, Senin, 6 April 2020 mengatakan, berdasarkan data Kesbangpol Linmas Pidie,  sementara ini sekitar 1.500 orang warga Pidie yang baru pulang dari luar daerah. Angka itu kemungkinan akan bertambah setelah semua kecamatan menyerahkan data.

“Semua warga yang dicatat merupakan mereka yang selama ini bekerja di luar Pidie,  tapi karena ada wabah corona mereka kemudian pulang kampung dengan tujuan menghindari dari penularan virus corona,” kata Bahrul.

Pendataan ini, tambahnya, dilakukan oleh aparatur gampong bekerja sama dengan petugas kesehatan. Data tersebut dikumpulkan di tingkat Muspika (kecamatan), selanjutnya dikirimkan ke Kesbangpol Linmas untuk direkap pihak Posko Covid-19.

“Sudah kita tanyakan ke Kesbang, datanya belum masuk semua. Bahkan ada warga juga yang belum melapor tentang kepulangan mereka,” imbuh Asisten I.

Pihaknya,  lanjut Bahrul, mengajak masyarakat untuk melaporkan anggota keluarga yang baru pulang dari luar derah kepada aparatur gampong masing-masing, agar bisa dilakukan upaya pemantauan dan pemeriksaan medis.  Hal ini dilakukan guna menjaga kesehatan demi keselamatan bersama dalam persoalan virus yang mewabah di seluruh dunia.

“Warga yang baru pulang kita imbau untuk mengisilasi diri secara mandiri selama 14 hari. Itu semua demi pencegahan Covid-19 agar kita semua jauh dari penyakit ini,” pinta Asisten sembari mengatakan, bahwa isolasi mandiri ini bukan berarti setiap warga baru pulang sudah terpapar covid-19, tetapi sebagai bentuk anjuran untuk menjaga kesehatan bersama di masyarakat. []