Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaNewsHukumTerdakwa Korupsi Dana...

Terdakwa Korupsi Dana Desa Ujong Pacu Dituntut Lima Tahun Penjara

BANDA ACEH – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dua terdakwa perkara dugaan korupsi Dana Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, masing-masing dihukum pidana penjara selama lima tahun dikurangi masa penahanan yang sudah dijalani. Kedua terdakwa itu berinisial MH dan ES, Keuchik dan Bendahara Desa Ujong Pacu.

Tuntutan itu dibacakan JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Saifuddin, S.H., M.H., dalam sidang di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Selasa, 23 Februari 2021. Sidang tersebut dipimpin Majelis Hakim diketuai Nani Sukmawati, S.H., M.H., dan dihadiri Penasihat Hukum (PH) kedua terdakwa, Azwir, S.H.

Kedua terdakwa, MH dan ES, yang saat ini ditahan di Lapas Kelas IIA Lhokseumawe sebagai tahanan titipan hakim, mengikuti sidang tersebut secara virtual. “Terdakwa sidang virtual. Hanya JPU, PH dan saksi-saksi serta ahli yang wajib hadir ke (Pengadilan Tipikor) Banda Aceh,” kata Saifuddin, Ketua Tim JPU perkara tersebut yang juga Kasi Pidsus Kejari Lhokseumawe, dikonfirmasi portalsatu.com usai sidang, Selasa sore.

Dalam tuntutan dibacakan pada sidang itu, JPU Saifuddin memohon supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa MH dan ES telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan “tindak pidana korupsi”, sebagaimana dimaksud dalam dakwaan primair (primer) melanggar pasal 2 ayat (1) juncto (jo) pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama lima tahun, dikurangi masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” kata Saifuddin saat membacakan tuntutan terhadap terdakwa MH. Bunyi tuntutan yang sama terhadap terdakwa ES.

Selain itu, Saifuddin menuntut kedua terdakwa dihukum pidana denda masing-masing Rp200 juta, subsidair (subsider/pengganti denda, red) tiga bulan pidana kurungan.

Kedua terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti kerugian keuangan negara secara tanggung renteng Rp317.559.762. “Dan jika terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam satu bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana penjara selama dua tahun dan enam bulan,” kata Saifuddin.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, Majelis Hakim menetapkan sidang akan dilanjutkan pada 9 Maret 2021 mendatang dengan agenda pembacaan pledoi (pembelaan) dari PH kedua terdakwa.

Diberitakan sebelumnya, Keuchik dan Bendahara Desa Ujong Pacu, MH (45) dan ES (31), ditahan oleh jaksa penyidik pada Kejari Lhokseumawe, di Rumah Tahanan Polres Lhokseumawe, usai menjalani pemeriksaan di Kejari, Kamis, 15 Oktober 2020, sore. Keduanya ditahan sebagai tersangka perkara dugaan korupsi Dana Desa Ujong Pacu Tahun Anggaran 2019. (BacaJaksa-tahan-keuchik-dan-bendahara-ujong-pacu-tersangka-dugaan-korupsi-dana-desa/)[]

Baca juga: