ROMA — Kepala Operasional Eropa perusahaan seluler Italia BT Corrado Sciolla dikabarkan akan segera mengundurkan diri setelah terkuaknya skandal 'perilaku tidak pantas' senilai 530 juta poundsterling atau sekitar Rp 8,9 triliun. Praktik ini telah dilakukan selama bertahun-tahun.

Akibatnya, saham perusahaan telekomunikasi ini merosot 21 persen setelah pengungkapan skandal tersebut. Ini juga tampaknya akan mempengaruhi hasil selama dua tahun ke depan.

Penyelidikan bisnis BT Italia yang termasuk kajian independen oleh perusahaan akuntansi KPMG menemukan praktik akuntansi yang tidak tepat. Bahkan satu set penjualan komplek, pembelian, piutang dan transaksi sewa guna usaha.

“Kegiatan ini telah mengakibatkan pendapatan berlebih dalam bisnis Italia kami selama beberapa tahun,” katanya dilansir dari BBC, Selasa (24/1).

Sejak 2006, Corrado adalah kepala eksekutif BT Italia sebelum pada 2011 ekspansi ke Prancis. Pada Januari 2013, ia diangkat sebagai presiden operasi Eropa hingga kini karirnya berhenti akibat skandal ini.

Selain masalah di Italia, BT juga mengatakan prospek sektor publik Inggris dan pasar perusahaan internasional telah memburuk. Akibatnya, BT kini mengharapkan laba operasi untuk tahun keuangan saat ini menjadi 7,6 miliar poundsterling (Rp 127 triliun), sebelumnya berharap mencapai angka 7,9 miliar poundsterling (Rp 132 triliun).

Penjualan dan laba diperkirakan datar untuk Maret 2018. Saham BT dengan cepat turun tajam setelah perdagangan dimulai dan pada tengah hari turun 18 persen di 313.55. 

BT dengan sekitar satu juta pemegang saham kecil telah menjadi salah satu bisnis pertama milik negara yang akan diprivatisasi di bawah pemerintahan Margaret Thatcher.

Dugaan 'perilaku tidak pantas' pada operasi BT Italia pertama muncul musim panas lalu sebelum perusahaan mulai melakukan penyelidikan pada Oktober. Kepala kelompok eksekutif BT Gavin Patterson mengaku sangat kecewa dengan praktik tersebut.

“Kami telah melakukan penyelidikan ekstensif dalam bisnis itu dan berkomitmen untuk memastikan standar tertinggi di seluruh BT untuk kepentingan pelangan, pemegang saha, karyawan dan semua pemangku kepentingan lainnya,” katanya. | sumber : republika