BANDA ACEH – General Manager PLN Aceh Bob Saril mengatakan, banyaknya pepohonan di sekitar jaringan listrik PLN menjadi salah satu kendala bagi pihaknya. Saat angin kencang, pohon-pohon tersebut ada yang tumbang atau patah rantingnya sehingga menimpa jaringan PLN.
Hal ini bukan hanya bisa membahayakan jiwa manusia, tapi juga memaksa PLN melakukan pemadaman untuk memperbaiki kerusakan tersebut, kata Bob di acara diskusi publik bertema “Kupas Tuntas Kelistrikan Aceh” yang dibuat Ikatan Alumni Teknik Elektro (IKATETRO) Unsyiah di Auditorium FKIP Unsyiah, Senin, 30 Januari 2017.
Selain itu ungkapnya, jaringan listrik di Aceh pascatsunami dibangun secara serba cepat sehingga hasilnya tidak maksimal.
Lalu Bob Saril menanggapi isu tentang kenaikan harga listrik yang beredar di masyarakat akhir-akhir ini. Ia mengatakan hal itu tidaklah benar, yang ada hanyalah perubahan kebijakan tentang subsidi listrik agar lebih tepat sasaran.
Mohon ini disampaikan kepada masyarakat, tidak benar bahwa harga listrik naik, tapi pemerintah hanya mengevaluasi agar pemberian subsidi listrik tepat sasaran kepada masyarakat yang betul-betul tidak mampu, tutup Bob.
Diskusi ini juga menghadirkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh T. Saykur, Ketua Jurusan Teknik Elektro Unsyiah Nasaruddin, dan Asisten Pemerintahan Setdako Banda Aceh Bachtiar.
Bachtiar dalam sambutannya mengatakan, kebutuhan listrik di Aceh, khususnya di Banda Aceh, terus meningkat. Perubahan pola hidup yang praktis dengan kemajuan teknologi yang pesat telah membuat kita bergantung terhadap keberadaan energi listrik.
Namun sayangnya kebutuhan energi listrik yang terus meningkat tidak diikuti oleh ketersediaan sumber daya penghasil energi listrik. Akibatnya kita sering mengalami pemadaman dan gangguan lainnya yang menghambat aktivitas sehari-sehari. Banyak pula peluang investasi yang terhambat akibat adanya keterbatasan listrik di Aceh, ujar Bachtiar.
Sesungguhnya, lanjut Bachtiar, tanggung jawab akan ketersediaan listrik ini menjadi beban seluruh masyarakat meskipun PLN sebagai penyedia kebutuhan listrik bertanggung jawab terhadap ketersediaan listrik dengan berbagai program dan inovasinya.
Di satu sisi, Bachtiar berharap PLN dapat memberikan berbagai alternatif solusi terhadap penyediaan sumber-sumber energi yang terbarukan. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mengundang berbagai investor untuk terlibat dalam pembangunan energi terbarukan tersebut. Pemko Banda Aceh telah melakukan pendekatan dengan berbagai perusahaan energi yang menawarkan teknologi pembangkit listrik tenaga angin maupun tenaga surya.
Dan yang paling penting adalah masyarakat diharapkan untuk semakin cerdas di dalam memanfaatkan energi listrik. Bukan hanya karena semakin terbatasnya sumber daya penghasil energi listrik, namun juga demi keamanan dan kelestarian alam, kata Bachtiar.
Ketua IKATEKRO Unsyiah Misbah melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi mengatakan, diskusi ini bertujuan memediasi para pihak terkait untuk membahas sektor kelistrikan yang masih menjadi masalah besar di Aceh hingga saat ini. Ia berharap dari diskusi ini dapat melahirkan solusi-solusi memajukan sektor kelistrikan di Aceh.
Kebutuhan listrik adalah tanggung jawab kita bersama, dan semoga acara diskusi ini bisa menjadi acara tahunan. Ke depan kami berusaha untuk terus menjadi mediator dan bisa mendudukkan stakeholder-stakeholder lainnya, harap Misbah.[] (*sar)




