ACEH TIMUR – Sebanyak 26 warga Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, mengalami mual dan muntah akibat terpapar asap dari kegiatan flaring gas sumur AS-11 PT Medco E&P Malaka (Medco E&P). Sehingga sejumlah korban dilarikan ke Puskesmas setempat dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zubir Mahmud, Aceh Timur, Jumat, 9 April 2021.
Kepala BPBD Aceh Timur, Ashadi, dihubungi portalsatu.com/, mengatakan berdasarkan informasi diperoleh bahwa warga yang mengalami mual-mual, pusing dan muntah itu akibat terpapar asap dari kegiatan perawatan sumur PT Medco. Jarak antara Gampong Panton Rayeuk T dengan perusahaan tersebut diperkirakan sekitar 2 Kilometer.
"Masyarakat yang terkena atau tercium gas itu ada 26 orang yang mual-mual maupun pusing, sudah mendapatkan perawatan dari pihak medis pertamanya petugas Puskesmas dan selanjutnya dirawat ke rumah sakit umum. Berdasarkan keterangan dari pihak PT Medco sudah menutup aktivitas di sumur itu, sehingga tidak membahayakan lagi bagi masyarakat," kata Ashadi.
Menurut Ashadi, masyarakat masih merasa khawatir dan sebagian ada yang mengungsi ke Kantor Camat Banda Alam. Mereka mengungsi sebagai antisipasi akan muncul kembali bau gas tersebut. Namun, pihaknya tetap melindungi atau menangani evakuasi masyarakat untuk menghindari dari bahaya dikhawatirkan berkelanjutan.
"Akan tetapi tidak ada masalah lagi terkait bau gas tersebut. Paling penting warga mendapat penanganan untuk perawatan," ujar Ashadi.
VP Relations dan Security Medco E&P Indonesia, Arif Rinaldi, dikonfirmasi portalsatu.com/ melalui WhatsApp, Jumat sore, menyebutkan, PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) bersama instansi terkait di Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, tengah fokus menangani dampak asap dari kegiatan flaring gas sumur AS-11 yang sedang dalam proses perawatan sumur. Perusahaan langsung menghentikan aliran sumur setelah mendapatkan informasi terkait dampak terhadap warga.
"Saat ini, perusahaan berkoordinasi dengan Puskesmas, aparat keamanan setempat untuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga. Kami juga telah berkoordinasi dengan BPMA dan berharap dukungan masyarakat, pemerintah serta pemangku kepentingan setempat dalam penanganan kejadian ini,” ujar Arif Rinaldi. []
Foto: Istimewa



