Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaTgk Batee: Cita-cita...

Tgk Batee: Cita-cita Perjuangan GAM Harus Dilanjutkan

BIREUEN – Mantan Panglima GAM wilayah Batee Iliek, H Husaini M Amin alias Tgk Batee menegaskan bahwa tujuan perjuangan GAM harus dilanjutkan. Tujuan tersebut adalah menyejahterakan masyarakat Aceh.

Penegasan itu disampaikannya dalam acara peringatan milad ke-40 GAM, yang dipusatkan di Meunasah Batee Iliek, Minggu, 5 Desember 2016. Acara tersebut dilaksanakan oleh Gerakan Bireuen Bekerja yang dipimpin Tgk Batee. Selain diisi dengan doa bersama kepada arwah para pejuang, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan anak yatim.

“Milad GAM ini bagian penting dari sejarah Aceh dalam memperjuangkan harkat dan martabatnya. Pilihannya hanya satu, yakni merdeka. Namun, Allah ternyata berkehendak lain. Allah menginginkan perdamaian terwujud di Aceh, karena ini jalan yang terbaik,” katanya.

Meski demikian, lanjut calon bupati Bireuen ini, cita-cita perjuangan GAM tetap harus dilanjutkan sesuai dengan dasar-dasar pembangunan yang diletakkan almarhum Wali Nanggroe Tgk Muhammad Hasan di Tiro. Namun, cita-cita perjuangan dilakukan dengan bingkai yang berbeda. Sebab inti dari tujuan perjuangan itu adalah untuk menyejahterakan masyarakat Aceh.

“Jika dulu kita berjuang untuk memisahkan diri dari NKRI. Maka sekarang kita berjuang di dalam bingkai NKRI, berjuang untuk memerdekakan masyarakat Aceh dalam meraih pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Inilah dasar dari perjuangan itu,” katanya.

Teungku Batee mengatakan Milad GAM ini merupakan momentum untuk mengevaluasi kembali, sejauh mana pembangunan yang dilakukan di masa damai ini. Peringatan ini sekaligus menjadi momentum untuk sama-sama menyamakan visi dan misi dalam membangun Aceh ke depan, khususnya Bireuen.

“Sangat banyak yang dikorbankan untuk mencapai tujuan perjuangan, harta dan nyawa saudara-saudara kita. Jangan jadikan perjuangan mereka sia-sia. Mari kita bersatu untuk melanjutkan perjuangan itu dengan cara-cara yang demokratis,” ujarnya.[]

Baca juga: