BIREUEN – Calon bupati Bireuen dari jalur independen, H Husaini M Amin alias Tgk Batee, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bireuen atas kesalahan yang mungkin ada dilakukan mantan kombatan GAM semasa konflik dulu.

Hal itu disampaikannya dalam pertemuan silaturrahmi dengan masyarakat Gampong Batee Raya, Kecamatan Juli, Bireuen, Senin, 5 Desember 2016. Pertemuan yang dihadiri ratusan masyarakat Juli tersebut juga diisi dengan santunan kepada anak yatim.

“Lon ateuh nan Komandan Operasi GAM wilayah Batee Iliek, meulakei meuah di ateuh peu yang na salah, yang mungken dilakukan oleh GAM watee konflik (Saya atas nama Komanda Operasi wilayah Batee Iliek, mohon maaf atas kesalahan yang mungkin dilakukan GAM semasa konflik dulu,” kata pria yang akrab disapa Tgk Batee ini.

Konflik tersebut, dijelaskan, terjadi karena GAM menuntut kemerdekaan Aceh atas perlakuan tidak adil yang dilakukan pemerintah pusat. Tujuan utamanya agar Aceh bisa mengatur daerahnya sendiri, sehingga cita-cita mensejahterakan masyarakat bisa terwujud.

Konflik berlangsung selama 30 tahun lebih dan telah banyak memakan korban harta benda dan nyawa, baik dari pihak pemerintah, kombatan GAM, termasuk juga masyarakat Aceh.

“Ini lah dampak dari konflik. Alhamdulillah sekarang sudah damai dan Aceh diberikan kewenangan khusus untuk mengatur daerahnya sendiri,” ucapnya.

Karena itu, sekarang adalah masa untuk mewujudkan apa yang diperjuangkan di masa konflik dulu, yaitu mensejahterakan masyarakat Aceh. Selain itu yang juga tak boleh lupa adalah perhatian kepada anak yatim dan janda korban konflik. “Perjuangan belum selesai,” tegas Tgk Batee.[]