BANDA ACEH – Sekretaris Jenderal Partai Aceh (Sekjend PA), Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak, menegaskan, PA tidak akan mengganti Ketua DPR Aceh yang saat ini dijabat Tgk. Muharuddin.  

Untuk diketahui, Tgk. Muharuddin yang merupakan kader PA kini tercatat sebagai bakal calon (balon) anggota DPR RI Dapil Aceh II dari Partai NasDem.

“Tgk. Muharuddin tetap kita pertahankan sebagai Ketua DPR Aceh. Anggota Parlok yang maju sebagai (calon) anggota DPR RI lewat Parnas tidak perlu mundur,” ujar Abu Razak, Jumat, 27 Juli 2018.

Abu Razak menyebutkan, keputusan Tgk. Muharuddin maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai NasDem justru berdampak positif terhadap kinerja dan peran PA. Pasalnya, PA merupakan partai lokal (Parlok) yang membuka diri dan terus membina hubungan baik dengan sejumlah partai nasional atau Parnas.

Menurut Abu Razak, kader PA diizinkan maju ke Senayan melalui Parnas. “Jadi beliau (Tgk. Muharuddin) maju ke Senayan tidaklah berefek negatif terhadap Partai Aceh dan juga peran dan kinerjanya sebagai Ketua DPR Aceh. Apalagi sebelumnya kita sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah Parnas di Aceh untuk mengirimkan kader-kader terbaik kita melalui Parnas untuk maju ke Senayan,” katanya.

Abu Razak pun menghargai pendapat yang muncul mengusulkan agar PA mengganti Tgk. Muharuddin dari posisi Ketua DPRA lantaran ia kini menjadi bacaleg Parnas untuk menuju Senayan. Menurut Abu Razak, siapapun boleh mengeluarkan pendapat dengan harapan tetap bersinergi dalam menjaga nama baik PA.

Abu Razak berharap semua kader PA dapat melihat persoalan ini secara objektif. Artinya, perlu menyinergikan dan konsolidasi antarkader PA untuk bersama-sama memenangkan Parlok ini pada Pemilu 2019.

“Saya rasa sah-sah saja memberikan usulan, tapi yang perlu diketahui bahwa sebelumnya kita sudah bermusyawarah dengan Mualem selaku petinggi partai terkait kader-kader kita yang hendak maju ke Senayan. Dan juga jauh-jauh hari kita sudah berafiliasi dengan Parnas yang pada pinsipnya telah diatur dalam UUPA. Jadi, meskipun kader kita maju lewat Parnas, tapi mereka tetap memenangkan Partai Aceh, baik tingkat DPRK maupun DPRA,” ujar Abu Razak.[](rel)