Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaTiga Gampong di...

Tiga Gampong di Lhokseumawe Masuk Skala Prioritas Program Kotaku

LHOKSEUMAWE- Tiga gampong di Kota Lhokseumawe masuk skala prioritas program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang menjadi penanganan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Kota Lhokseumawe masuk dalam 40 kota/kabupaten prioritas penanganan pusat tahun 2016. Dalam strategi penanganan perencanaan skala kota dan skala kawasan diambil tiga gampong percontohan yang akan dibantu untuk menyusun rencana penataan lingkungan pemukiman (RPLP) dan dokumen rencana kawasan pemukiman kumuh perkotaan (RKPKP),” kata Siti Khadizah, konsultan Kotaku Kementerian PUPR saat lokakarya khusus percepatan, penanganan kawasan permukiman kumuh Kota Lhokseumawe di Hall Hotel Harun Square, Selasa, 22 November 2016.

Tiga gampong di Lhokseumawe tersebut yakni Ulee Jalan, Ulee Blang Mane dan Batuphat Timur. Siti menyebutkan ketiga gampong tersebut tercantum dalam dua SK Wali Kota Lhokseumawe. Gampong Ulee Jalan dan Ulee Blang Mane tercantum dalam SK Wali Kota No 342 tahun 2014, sedangkan Batuphat Timur pada SK Wali Kota No 442 tahun 2016 dengan kondisinya masuk dalam daftar tingkat kawasan kumuh berat.

Menurut Siti, nantinya akan menjadi proyek percontohan untuk dilakukan penyusunan dokumen RKPKP agar gampong tersebut tertata sehingga menjadi kawasan tanpa kumuh.

Berdasarkan SK Wali Kota Lhokseumawe No 342 tahun 2014 tentang penetapan kawasan kumuh dalam wilayah kota Lhokseumawe ada 19 gampong dengan kondisi kawasan ringan, sedang, dan berat. Total luasnya 200,90 Ha.

Melalui hasil dokumen RKPKP dan indikator tingkat kekumuhan, luasannya mengerucut menjadi 81,30 Ha di delapan gampong yang tertuang dalam SK Wali Kota Lhokseumawe No 442 tahun 2016 tentang penetapan lokasi perumahan kumuh dan pemukiman kumuh dalam wilayah kota Lhokseumawe.

“Disini awalnya rekomendasi Wali Kota sebanyak 19 gampong, tapi melihat indikator tingkat kekumuhan terdapat delapan gampong dengan tingkat kekumuhannya berat. Ini dengan melihat kondisi keteraturan bangunan, akses jalan, drainase, serta air bersih yang layak minum. Karena itu Wali Kota mengeluarkan SK lain untuk delapan gampong tersebut yakni Kampung Jawa Lama, Kampung Jawa Baru, Pusong Lama, Pusong Baru, Hagu Selatan, Mon Geudong, Batuphat Barat dan Batuphat Timur,” ujar Siti.[]

Baca juga: