SIGLI – Perjuangan panjang tanpa lelah yang dilakukan masyarakat tiga gampong untuk berdiri sendiri dan memiliki pemerintahan sendiri. Meski memakan waktu belasan tahun, akhirnya membuahkan hasil. Impian diakui sebagai sebuah gampong definitif pun tercapai menjelang akhir tahun 2016 ini.

Pasi Beurandeh, Kecamatan Batee, Blang Pandak, Kecamatan Tangse dan Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga adalah tiga gampong di Kabupaten Pidie yang sudah mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Republik Indonesia sebagai gampong yang merdeka berdaulat.

Mereka tak henti-hentinya melakukan lobi baik tingkat provinsi maupun ke pemerintah pusat. Dengan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Pidie yang selalu mendampingi pejabat gampong membuat semangat terus berjuang.

Perjuangan aparat ketiga gampong yang penuh keyakinan untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah gampong mendapat respon dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, dengan mengeluarkan penetapan ketiga gampong tersebut sebagai gampong Devinitif.

Keputusan Kementerian Dalam Negeri RI Nomor 140-9756 Tahun 2016, ketiga gampong sudah memiliki  Kode Desa. Penyerahan Kode Desa itu dilakukan Kepala Subdik Fasilitas Penamaan dan Kede Desa pada Direktorat Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, Dra. Roos Maryati, M.Si kepada Plt Bupati Pidie, Dr. Munawar A.Djalil, Senin 14 November 2016 di Op-Room kantor Bupati.

Dari tiga Gampong yang mendapatkan Kode desa, hanya 2 Geusyik hadir dalam acara tersebut, yakni, Geusyik Pasi Beurandeh pemekaran dari Gampong Induk Rungkom, M.Yaska dan Geusyik Simpang Beutong pemekaran dari Gampong Suka Jaya, Nurdin Wahed. Sedangkan Geusyik Gampong Blang Pandak pemekaran dari Sarah Payang tidak hadir.

Yaska, mengaku sangat berterima kasih kepada semua pihak yang selama ini terus dukungan baik moril maupun materil, sehingga mereka berhasil memperoleh pengakuan gampong Devinitif.

“Kami sangat berterima kasih, terutama kepada pak Wakil Bupati Pidie, M. Iriawan SE yang komit membantu perjuangan kami hingga membawa kami ke Jakarta untuk menjumpai Kemendagri,” aku Yaska kepada portalsatu.com.

Menurut dia tanpa dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pidie, mungkin perjuangan pihakya tidak akan berhasil untuk memperoleh status gampong yang sudah sekian lama diperjuangkan.  

Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Pidie, jumlah Gampong sebelumnya sebanyak 727 kini bertambah menjadi 230 Gampong di 23 Kecamatan.[]