Oleh: Taufik Sentana*

Santri dan pesantren memiliki cerita kultural yang panjang dalam skema keindonesiaan kita. Ini menjadi periode penting pembangunan pendidikan Indonesia, sebelum, atau setelah kemerdekaan. 

Selanjutnya, kehidupan santri menjadi
warna dalam lintas perjalanan umat. Dengan ragam diskursus, fokus dan metoda keilmuan dan profesi. Namun tetap bermuara pada meninggikan kalimat Allah, kalimatun sawa' dan merefleksikan Islam rahmatan lil alamin.

Seiring dengan perkembangan zaman, Kaum santri juga dituntut lekat memandang zaman dan memahami Bahasa Kaum yang relevant dan reflektif.

Sedikitnya ada Tiga peran signifikan Kaum santri yang bisa kita tengarai di forum kecil ini.

Pertama, sebagai muslih.
Yaitu peran pemersatu atau agen perbaikan di masyarakat dengan berbekal dasar keilmuan Islam, iapun  menjadi penggerak roda dakwah bil hal di komunitasnya. Untuk sampai disini tentu, si santri mestilah shalih lebih dahulu, menunjukkan konsep diri yang utuh sebagai muslim, sehingga orang lain percaya akan kapasitasnya.

Kedua, Munzir.
Yaitu lanjutan dari sikap muslih, dengan memberi peringatan, menyampaikan kebenaran, muballigh, lewat berbagai varian media dan metode yang kontekstual. Pada bagian ini, Kaum santri mesti terdepan dalam setiap usaha amar ma'ruf dan nahi mungkar. Hanya dengan peran ini pula umat Islam menjadi umat terbaik.

Ketiga, Muzakki.
Yaitu merupakan aspek penyucian hati, yang mencakup pengembangan intelek dan menjaga nilai spiritualitas/iman masyarakatnya. Terhindar syirik dan melupakan sebagai yang Disembah dan dipuji. Dalam point ini, Kaum santri juga mesti aktif dalam proses pembelajaran umat, pengajaran masyarakat dan membangun masyarakat ilmu, yang dengan proses ini pula suatu masyarakat akan tinggi nilainya di mata Allah.

Demikian sekelumit tentang peran santri di tengah laju zaman yang semakin materialistik dan sibuk. Semoga setiap santri dapat menjadi cahaya dimanapun ia berada. dan sekaligus menjadi masulun an Islamiha (bertanggung jawab atas kelanjutan nafas Islam).

Selamat menyambut hari santri, 2020.[]

*Praktisi pendidikan Islam
Alumni kelima Darularafah Medan. Pernah Mengabdi di Yusriyah langkat dan Misbahul ulum Lhokseumawe.
Penyusun Buku Hijrah Pendidikan.