SUBULUSSALAM – Musyawarah Kota (Muskot) II untuk pemilihan calon ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Subulussalam periode 2018-2023 resmi di buka Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti, SH melalui Sekda H, Damhuri SP MM di gedung LPSE, kompleks perkantoran, Selasa, 11 Desember 2018.

Plt Ketua MAA Kota Subulussalam, H.M Yakub KS mengatakan Muskot II digelar sehubungan berakhir masa tugas kepengurusan lama periode 2012-2017 dilanjutkan perpanjangan masa kerja selama 6 bulan dengan tujuan agar pengurus lama bisa menggelar Muskot II.

“Setelah diperpanjang 6 bulan, Muskot II juga belum digelar, sehingga ditunjuklah saya sebagai Plt Ketua MAA,” kata H.M Yakub KS yang merupakan Asisten I Sekda Subulusslam.

Sekda Damhuri dalam sambutannya menjelaskan beberapa upaya dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Kota Subulussalam oleh pengurus MAA yang terpilih nanti di Muskot II ini. 

Sekda juga berharap para kepala kampung turut serta melestarikan dan mengembangkan budaya agar adat dan budaya di Bumi Sada Kata ini tidak hilang dengan perkembangan zaman.

Berdasarkan data yang dihimpun portalsatu.com/ ada tiga tokoh adat yang bertarung menjadi orang nomor satu di tubuh MAA Kota Subulussalam. Mereka akan memperebutkan 23 peserta Muskot pemilik hak suara masing-masing terdiri unsur pemangku adat, ketua MAA Kecamatan, Imam Mukim dan tokoh adat kecamatan.

Ketiga nama itu santer beredar yakni H. Idris tokoh adat dari Kecamatan Rundeng yang juga pernah menjabat kepala Desa Teladan Baru dua periode. Selanjutnya, Naim Lembong mantan kepala Desa Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat dan Saibi Bancin tokoh adat dari Kecamatan Simpang Kiri.[]