IDI RAYEK – Tim Satpol PP dan WH bersama Polsek Nurussalam merazia lokasi permainan tusot lantaran diduga menjadi arena perjudian di kawasan Gampong Teupin Pukat, Aceh Timur, Jumat, malam tadi.
Berkat dari laporan masyarakat, tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB, tim gabungan berhasil menertibkan tiga titik lokasi tempat bermain tusot. Berdasarkan informasi yang kita terima belakangan ini, kegiatan di lokasi itu sudah meresahkan masyarakat, ujar Koordinator Lapangan Wilayatul Hisbah (WH) Teungku Muhammad Amin kepada portaksatu.com di Idi, Sabtu, 9 Januari 2016.
Muhammad Amin menyebut dalam razia gabungan melibatkan sembilan personil Satpol PP dan WH serta empat polisi itu, diamankan tiga meja tusot. Kata dia, polisi turut menyita kartu identitas para pemain tusot. Tiga meja tusot kita amankan ke kantor Satpol PP dan WH, sedangkan beberapa orang yang berada di lokasi itu hanya kita tahan KTP-nya, kata dia.
Menurut dia, penertiban digelar tadi malam bertujuan mencegah terjadinya perjudian di lokasi tersebut. Apalagi permainan itu digelar sampai pukul 03.00 WIB dinihari. Kita ketahui bersama, itu tidak baik, karena dapat menggangu masyarakat sekitar, ujar Muhammad Amin.
Amin berharap masyarakat mendukung upaya pihaknya menegakkan syariat Islam secara maksimal di Aceh Timur ke depan. Kita juga berharap masyarakat terus memberi informasi jika ada kegiatan yang meresahkan, katanya.
Secara terpisah, Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Nurussalam Ipda Aiyub membenarkan pihaknya bersama Satpol PP dan WH menertibkan tiga lokasi permainan tusot yang dinilai telah meresahkan warga di Gampong Teupin Pukat.
Saat penertiban tadi malam memang tidak kita dapatkan perjudian, namun karena sudah meresahkan masyarakat, kita tetap tindaklanjuti. Mereka yang kita dapatkan di lokasi itu sudah kita buat pernyataan hari ini di polsek untuk tidak lagi melanggar ketertiban, ujar Aiyub melalui telpon seluler.
Kapolsek Aiyub mengimbau seluruh masyarakat di Kecamatan Nurussalam tidak melakukan tindakan-tindakan yang meresahkan. Apalagi, kata Aiyub, jika ada pelajar yang masih beraktivitas sampai larut malam.
Tanpa ada ketertiban kita yakin tidak akan tercapai kemajuan dalam suatu wilayah. Karena itu, kita juga mengharapakan pelajar agar tidak mengahabiskan waktu malamnya dengan hal-hal yang tidak peting, ucapnya.[] (idg)



