BIREUEN – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Coronavirus Disease-2019 Kabupaten Bireuen dinilai tidak tegas dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 melalui jaga jarak di wilayah itu.
Penilaian itu disampaikan Yusmandin Idris, wartawan senior, saat konferensi pers Tim Gugus Tugas Covid-19 Bireuen dengan para wartawan liputan Kabupaten Bireuen di Media Center Pendopo Bireuen, Senin, 20 April 2020.
“Pada awal-awalnya tim giat melakukan imbauan, tetapi kini sudah tidak. Warga di warung kini bukan berkurang tetapi bertambah ramai, saya khawatir kalau sampai Bireuen kejadian,” ucap Yusmandin.
Yusmandin menyarankan Pemkab Bireuen mengeluarkan Surat Edaran Bupati berupa penegasan kepada perangkat desa dalam mengawasi warganya yang kembali dari luar daerah dan luar negeri.
Muhammad MY, wartawan lainnya, menyoal tentang data yang dinilai sering tidak akurat di Tim Gugus Tugas Covid-19 Bireuen. Sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat Kabupaten Bireuen.
Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Bireuen, Husaini S.H., M.M., tidak secara spesifik memberi penjelasan tentang lemahnya pengawasan terhadap warga dalam pencegahan, tetapi hanya menyampaikan beragam bentuk sosialisasi.
“Sosialisasi melalui spanduk sudah cukup banyak dilakukan, lalu imbauan secara langsung kepada masyarakat dan sejumlah kegiatan lain. Sampai hari ini ODP 14 orang dan traveler 647 orang,” kata Husaini.
Husaini berharap traveler segera melapor saat tiba di desanya dan menjalani isolasi mandiri 14 hari. Kepada warga, dia meminta jangan sembunyikan orang yang baru pulang dari luar daerah atau daerah jangkitan sebab berisiko bagi diri, keluarga dan orang lain.[]



