SUBULUSSALAM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, menyembutkan tim medis dokter hewan dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh telah melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan Harimau setelah masu kandang jebak pada Kamis malam, 5 Maret 2020.
Adapun tim medis yang diturunkan ke Desa Singgersing, Sultan Daulat, Kota Subulussalam untuk mengecak kondisi kesehatan hewan dilindungi itu yakni drh. Ridwan (BKSDA Aceh), drh. Arman (PKSL Unsyiah), drh. Anhar Lubis dan drh. Julius Zulkifli (FKL).
“Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap satu individu Harimau Sumatera yang masuk ke dalam kandang jebak pada Kamis malam,” kata Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto dalam siaran pers dikirim Kepala SKW II Kota Subulussalam, Hadi Sofyan kepada portalsatu.com, Minggu, 8 Maret 2020.

Agis Arianto menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tim dokter di lapangan diketahui Harimau berjenis kelamin betina dengan berat badan diperkirakan sekitar 40 kg dan perkiraan umur antara 14 – 16 bulan.
“Secara umum kondisinya terlihat sehat namun untuk kepastiannya menunggu hasil pemeriksaan sample darah dari laboratorium,” ungkap Agus Arianto.
Pasca pemeriksaan dan perawatan, upaya penyelamatan terhadap satu individu Harimau yang tertangkap dilanjutkan dengan memindahkan Harimau tersebut ke kandang evakuasi yang diletakan bersebelahan dengan kandang jebak.[]



