LHOKSUKON – Satuan Tigas (Satgas) Search And Rescue (SAR) Kabupaten Aceh Utara bersama tim gabungan, Minggu, 6 Desember 2020 mengevakuasi warga yang terkena banjir di lima kecamatan. Evakuasi dilakukan karena dikhawatirkan debit air luapan dari Krueng Keureutoe dan Krueng Pirak akan terus naik.
Komandan SAR Aceh Utara, Hasbullah, mengatakan, seluruh tim baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, Polri dan Lanal sudah ikut membantu evakuasi masyarakat yang terjebak banjir di wilayah Aceh Utara, karena debit air dan curah hujan masih ada di pegunungan kawasan Bener Meriah.
Evakuasi itu dilakukan sejak Jumat 4 Desember 2020 hingga sekarang di Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu, Lhoksukon, Langkahan, dan Kecamatan Paya Bakong. Pada Minggu, 6 Desember 2020 evakuasi difokuskan di Lhoksukon, karena ada beberapa warga yang sudah naik ke atap rumah untuk menyelamatkan diri akibat banjir.
“Tim kita hanya fokus kepada penyelamatan jiwa di kawasan yang terdampak banjir dan rawan daerah itu. Debit air meninggi dikarenakan kawasan Bener Meriah juga hujan deras, dan di waduk Krueng Keureuto (Paya Bakong) juga sudah dibuka, karena hampir penuh air di waduk tersebut,” kata Hasbullah.
Hasbullah menambahkan, banjir terjadi akibat meluapnya Kreung Keureuto dan Krueng Pirak, sejumlah tanggul sungai juga jebol dan luapannya melebihi debit yang ada. Namun, untuk korban jiwa akibat banjir belum ada, tetapi salah seorang warga yang meninggal dunia penyebab sakit bawaan itu ada di Gampong Lawang, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, dan sudah dievakuasi.
“Tim kita masih di lapangan dalam proses evakuasi korban banjir. Kita berharap semoga banjir ini segera surut, dan diharapkan jangan sampai terjadi korban jiwa,” ungkap Hasbullah.[]


