BIREUEN – Lintasan Jalan Bireuen-Takengon kembali longsor hingga separuh badan jalan. Kondisi itu diperkirakan dipicu curah hujan sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Bireuen.
Pantauan portalsatu.com/, Minggu, 6 Desember 2020, badan jalan yang ambrol tersebut di dua titik yaitu kawasan kilometer 22 dan 24 dalam Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.
Kedua titik jalan ambrol itu di lokasi yang sudah diperbaiki dinas terkait beberapa bulan lalu. Di kedua titik itu sebelumnya diperbaiki dengan pancang pohon kelapa dan ditimbun tanah dan kerikil.
Di kawasan kilometer 22, badan jalan yang longsor hingga separuh jalan. Badan jalan yang longsor dari arah Takengon setelah tikungan tajam sehingga sangat rawan kecelakaan. Terlebih tanpa tanda rambu yang memadai.
M. Nazar, warga Kecamatan Juli, mengatakan jalan longsor di lokasi yang menjadi langganan longsor di musim hujan. Kemungkinan sebab konstruksi tanah yang labil sehingga meski terus diperbaiki, longsor tetap berulang.
“Kendaraan tidak bisa berpapasan di jalan yang longsor. Masalahnya rentan bagi sopir yang belum tahu kondisi jalan, sebab di tikungan tajam. Dinas terkait harus memasang rambu yang memadai,” katanya.
Ia berharap instansi terkait yang berwenang menangani jalan lintas nasional dapat melakukan perbaikan terlebih menjelang libur nasional akhir tahun. Diperkirakan pengguna jalan menuju wilayah tengah Aceh meningkat.[]



