LHOKSUKON – Timbunan material di atas badan Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Meunasah Rantoe, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara memakan korban jiwa. Satu sepeda motor menabrak tiga pejalan kaki karena menghindari material proyek gampong tersebut, Jumat, 7 Oktober 2016, sekitar pukul 21.25 WIB. Satu korban tewas, sedangkan tiga lainnya mengalami luka-luka.

Informasi dihimpun portalsatu.com di IGD Puskesmas Lhoksukon, Jumat malam, korban tewas Barsiah, 55 tahun, warga Gampong Meunasah Rantoe, Lhoksukon. Korban luka berat, Nurhayati, 46 tahun, dan Nuraini, 56 tahun, warga yang sama, dirujuk ke salah satu rumah sakit di Lhokseumawe. Sedangkan Delfitri, 20 tahun, warga Alumudem yang juga anggota Polres Aceh Utara mengalami sesak dan nyeri di dada.

“Korban yang meninggal sudah dibawa pulang pihak keluarga, sedangkan korban luka berat sempat dirawat sebentar sebelum akhirnya dirujuk ke Lhokseumawe. Anggota polisi itu mengalami nyeri di bagian dada juga dirujuk,” kata Kepala IGD Puskesmas Lhoksukon, H. Ajiman.

Nurhayati, mengatakan, ia bersama Barsiah dan satu teman lainnya baru pulang mengaji dari meunasah.

“Dalam kondisi hujan gerimis, kami pulang berjalan kaki di arah SPBU menuju Kota Lhoksukon. Basriah berjalan di depan sambil mendorong sepedanya. Saat itu kami berjalan agak ke kanan karena di pinggiran badan jalan ada tumpukan material. Tiba-tiba kami ditabrak dari arah belakang. Saya juga tidak ingat persis bagaimana kejadiannya,” ujar Nurhayati sesaat sebelum dirujuk ke Lhokseumawe.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Wawan Setiawan melalui Kasat Lantas AKP Ikmal menyebutkan, saat ini ia bersama anggotanya sedang berada di lokasi untuk mencari titik tabrakan.

“Kami sedang melakukan olah TKP, memang di sini ada tumpukan material proyek yang menutupi badan jalan. Setelah ini kami akan menuju rumah duka. Salah satu korban kecelakaan itu memang anggota Polres Aceh Utara. Saat ini masih kita selidiki bagaimana kronologis tabrakan tersebut,” pungkasnya.[]