BANDA ACEH – Komando Ketua Umum Pertina Aceh masa bakti 2019-2023 kembali dipercayakan kepada Azhari alias Cage. Hal itu berdasarkan hasil Musyawarah olahraga provinsi (Musprov) Pertina Aceh digelar pada 22-23 Agusutus 2019 di Banda Aceh. Musyawarah dibuka Muhammad Muas selaku Wakil Ketua PB Pertina Bidang Organisasi, diikuti 17 Pengcab se-Aceh.
Saat ini Pengcab Pertina sudah terbentuk di 22 kabupaten/kota. Lima di antaranya telah habis masa kepengurusan. 12 Pencab yang hadir pada Musprov secara bulat memberikan dukungan kepada Azhari Cage untuk memimpin induk organisasi cabang olahraga tinju Aceh tersebut.
“Terima kasih atas kepercayaan kedua kali yang diberikan kepada saya. Komitmen kita, meskipun dengan anggaran terbatas, saya akan mengupayakan agar seluruh atlet yang telah dipersiapkan untuk ajang Porwil X Bengkulu dapat diberangkatkan semua,” kata Azhari dalam sambutannya usai ditetapkan secara aklamasi.
Azhari juga menyampaikan janjinya untuk memberikan bonus umrah kepada para atlet yang berhasil meraih medali emas di ajang Porwil X Bengkulu. “Pada pelantikan nanti, kita juga akan melaksanakan kejuaraan untuk para petinju junior se-Aceh dan dari provinsi-provinsi lain.”
Wakil Ketua I KONI Aceh H. Dahlan, berharap agar Musprov Pertina tahun 2019 tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua umum semata, tapi juga menjadi momentum untuk membangkitkan kembali prestasi tinju amatir Aceh. “Seperti kita ketahui, di masa-masa sebelumnya Pertina Aceh pernah mencapai masa kejayaan,” kata Dahlan.
Dahlan menyebutkan sederet nama petinju Aceh yang sukses meraih prestasi baik level nasional dan internasional. Mereka antara lain Kapten Hero Lubis, Karno Lubis, Tarmizi, Ahmad Kobing, Ahmad Urip, H. Momon Marzani, Donald Yoga, Syamsuddin Piah, Rahman Boga, Azadin Anhar, Marwan Mulieng, Faisal, Bentoel Nurmansyah, Ferdinald Kamal, Suryadi, dan Afdhan Batila.
“KONI Aceh dan rakyat Aceh menyandangkan harapan kepada Pertina Aceh untuk melahirkan nama-nama baru yang akan mengharumkan nama Aceh di masa mendatang. Apalagi di tahun 2024 Aceh akan menjadi tuan rumah PON XXI bersama Sumut,” kata Dahlan.
Sementara itu dalam sambutan sekaligus membuka Musprov Pertina Aceh 2019, Muhammad Muas mengingatkan, pengurus provinsi adalah unit pelaksana dari pusat. Karena itu, pengurus provinsi wajib menaati setiap aturan yang telah diatur dalam AD/ART PB Pertina. “Sebagai pengurus, kerja kita bukan mengurus diri sendiri, tapi mengurus para atlet. Pengurus bisa saja bubar, tapi atlet tidak. Kalau atlet mengurusi organisasi, organisasi bisa hancur. Pertina Aceh perlu menjaga kolektivitas dengan baik,” kata Muhammad Muas.[](rilis)



