ACEH UTARA – Mendagri yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan Aceh Utara termasuk paling parah diterjang banjir khususnya di pedalaman.
Di Kecamatan Langkahan hingga saat ini masih banyak bekas lumpur di pekarangan rumah dan kebun warga. Namun, sudah ada kemajuan dibandingkan sebelumnya ketika ia meninjau langsung ke Gampong Geudumbak, Kecamatan Langkahan pada 30 Desember 2025.
Hal itu disampaikan Tito Karnavian kepada wartawan di sela peninjauan di Dusun Bidari, Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kamis, 22 Januari 2026.
Tito menjelaskan, saat ini akses jalan sudah terbuka setelah beberapa waktu lalu tertimbun lumpur akibat banjir bandang.
Menurutnya, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, kondisinya cukup parah akibat banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.
“Seperti di Pidie Jaya bahkan sampai sekarang masih ada lumpur bekas banjir di rumah-rumah warga,” ujar Tito.
Tito menyebut di Kecamatan Langkahan yang perlu dipercepat adalah pembangunan hunian sementara (huntara) kepada korban banjir. “Supaya tidak banyak lagi yang tinggal di tenda pengungsian,” ucapnya.
Menurut Tito, para korban banjir juga punya pilihan lain. Jika tidak sabar menunggu selesai huntara, diberikan Dana Tunggu Hunian (DTH) dari BNPB untuk tiga bulan dengan besaran Rp600 ribu per KK/bulan, dan bisa tinggal di rumah keluarga atau sewa rumah.
“Selain itu, bantuan anggaran Kementerian Sosial untuk lauk-pauk sebesar Rp15 ribu per orang per hari selama tiga bulan. Ada juga bantuan untuk pemulihan perabotan senilai Rp3 juta, dan Rp5 juta untuk stimulan ekonomi per KK dari Kemensos,” ujar Tito.
Untuk itu, Tito meminta Bupati Aceh Utara, Ismail. A. Jalil atau Ayahwa, segera mengumpulkan para camat untuk melakukan pendataan penerima bantuan secara detail. “Jangan sampai nanti tidak tepat sasaran. Artinya, harus betul-betul disalurkan kepada korban terdampak banjir, karena ini uang negara,” tegasnya.
“Ada juga program yang dibiayai oleh BNPB berupa bantuan rumah, dan dari Kemensos yang disalurkan uang untuk korban banjir tersebut. Jadi, saya kira ini yang harus dipercepat,” tambah Tito.
Tito turut meninjau progres pembangunan huntara di Gampong Tanjong Dalam, Kecamatan Langkahan. Dilanjutkan ke Dusun Bidari, Dusun Seulemak, dan Dusun Sarah Raja, Gampong Lubok Pusaka.
Tito menyerahkan berbagai paket bantuan kepada korban banjir untuk mendukung percepatan pemulihan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
Dalam kunjungan itu, Tito didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, Bupati Ayahwa, dan unsur Forkopimda Aceh.[]






