SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang meninjau program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 di Desa Darussalam, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam, Sabtu, 18 September 2021.
Peninjauan tersebut untuk melihat secara langsung progres pengerjaan TMMD yang dimulai sejak 15 September lalu. Program ini membuka akses jalan sepanjang 2 kilometer lebih tembus menuju Kecamatan Singkohor dan Kota Baharu, Aceh Singkil.

Wali Kota Affan Alfian Bintang Bintang turun ke lokasi TMMD didampingi Dandim 0118/Subulussalam, Letkol Inf Winas Kurniawan, Kapolres AKBP Qori Wicaksono, Kepala Bappeda Ramadhan, Kepala Inspektorat Syarifuddin dan Koramil serta Kapolsek Longkib.
Tiba di Darussalam sekitar pukul 15:30 WIB, Walkot Bintang bersama rombongan langsung meninjau lokasi TMMD ke-112 dimulai dari di titik nol. Penggunakan sepatu boots, Bintang berjalan kaki melewati akses jalan yang baru dibuka.
Selain pembukaan akses jalan, program TMMD juga membangun tiga unit jembatan beton di akses jalan yang baru dibuka tersebut menghubungkan Darussalam menuju Kuta Baharu dan Singkohor. Meski kondisi hujan gerimis, puluhan personel TNI terlibat terus melakukan pengecoran jembatan.
Didampingi Winas Kurniawan dan Qori Wicaksono, Bintang terlihat berbincang-bincang dengan puluhan personel TNI sambil menceritakan bahwa ia pernah bekerja sebagai kuli bangunan saat masih muda, termasuk menjadi sopir angkot.
Untuk memberikan motivasi kepada personel yang sedang melakukan pengecoran jembatan. Wali Kota Bintang mencoba melakukan pekerjaan yang pernah ia lakukan tempo dulu. Ia pun turut bergabung dengan mereka melakukan pengecoran jembatan melangsir beko bermuatan coran semen.

“Taruh situ saya bantu bawa,” kata Affan Alfian Bintang yang sempat dilarang personel meminta mereka saja melakukan pekerjaan pengecoran tersebut.
Usai meninjau lokasi TMMD, Walkot Affan Alfian Bintang bersama rombongan, istirahat sejenak sebelum meninggalkan lokasi menuju pulang ke Meuligoe Wali Kota Subulussalam.
Dandim 0118/Subulussalam, Winas Kurniawan mengatakan Desa Darussalam merupakan kawasan terpencil dan akses keluar masuk menuju ke wilayah ini juga masih sangat memprihatikan.

Dengan terbukanya akses jalan, masyarakat Darussalam terhubung ke Singkohor dan Kuta Baharu hanya menempuh sekitar 30 menit perjalanan. Program ini diharapkan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di Darussalam.
Winas Kurniawan menyebutkan program TMMD berlangsung selama 30 hari melibatkan 150 personel. Kegiatan dilakukan meliputi pembukaan jalan, pengerasan 700 meter, pembangunan tiga unit jembatan.
Selain itu, pembangunan talud dan pembuatan parid di sisi kira dan kanan badan jalan sepanjang 4.200 meter dengan total anggaran Rp 1.199.997.184 bersumber dari APBK Subulussalam.

Imam Desa Darussalam, Jamaluddin Capah (64) ditemui di lokasi mengaku sangat senang berterima kasih atas terlaksananya program TMMD di desa mereka sehingga akses ke Singkohor menjadi lebih dekat.
“Selama ini kami belanja ke Subulussalam menempuh jarak hampir 2 jam. Sekarang jalan menuju Singkohor telah dibuka, paling 30 menit udah sampai,” ungkap lansia ini.
Jamaluddin menyebutkan meski Darussalam terisolir namun harga tandan buah segar (TBS) di sana mencapai Rp 1.900 per kilogram di level petani. Angka tersebut, tergolong mahal sangat membantu petani kelapa sawit.
“Sudah setahun ini bertahan harga sekitar Rp 1.900 per kilogram,” ungkap Jamaluddin mengaku memiliki kebun sawit seluas tiga hektare.
“Mungkin setelah jalan ini dibuka masuk agen dari Singkohor, harga TBS di sini makin mahal,” timpalnya kembali.[]








