SUBULUSSALAM – Masyarakat Kota Subulussalam diharapkan bijak dalam menyikapi persoalan sensitif yang berpotensi menimbulkan benturan di tengah-tengah masyarakat.
Ajakan ini disampaikan tokoh pemuda Kecamatan Penanggalan, Sahbudiyono, menyikapi persoalan pembangunan rumah adat Pakpak yang menuai pro kontra setelah peletakan batu pertama oleh Istri Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati belum lama ini saat berkunjung ke Kota Subulussalam.
“Kia berharap jangan ada pihak yang sengaja membenturkan persoalan suku di Negeri Sada Kata ini,” kata Sahbudiyono dalam siaran persnya kepada portalsatu.com, Rabu, 25 November 2020.
Menurut Ketua BPG Kampong Penanggalan Barat ini, persoalan suku sangat sensitif, maka tidak boleh ada pihak-pihak yang sengaja mengusik karena dapat menimbulkan kegaduhan. Semua elemen harus bisa menahan diri menyikapi persoalan ini dengan bijak, agar kondisi daerah yang sekarang sangat kondusif tetap aman dan tentram.
“Masyarakat Subulussalam ini heterogen yang multi-etnis, keberagaman suku di Subulussalam merupakan kekayaan daerah Sada Kata yang semestinya kita syukuri,” ungkap Sahbudiyono.
Ia juga menyarankan Pemerintah Kota Subulussalam untuk mendudukkan persoalan ini dengan seluruh tokoh adat yang ada di Kota Subulussalam lintas suku agar terciptanya suasana harmonis di tengah-tengah masyarakat.[](rilis)


