Masyarakat Pidie dikenal sebagai kaum perantau. Kala lebaran baik Idul Fitri maupun Idul Adha, mereka akan berkumpul dengan sanak keluarga dan masyarakat gampong kelahirannya.

Biasanya mereka mengisi masa mudik dengan silaturahmi untuk memperkuat ukhuwah sesama perantau dan masyarakat gampong baik para pemuda maupun orang tua, termasuk melalui acara “meuleumak“.

Seperti dilakukan para perantau Gampong Lamkawe dengan para pemuda setempat mengadakan meuleumak. Ini  sudah menjadi tradisi setiap tahunnya.

Ketua Pemuda Gampong Lamkawe, Tgk. Edi Kurniawan Abdullah, menyebutkan Idul Fitri dikenal sebagai bulan silaturahmi dan saling merajut kembali nilai ukhuwah di antara sesame. Setidaknya itulah yang terefleksi dari kegiatan para pemuda Lamkawe, Kembang Tanjung, Pidie yang dirangkai dalam acara meuleumak.

“Alhamdulillah, para perantau dan pemuda sudah menjadikan tradisi meuleumak yang diprakarsai  sebagai agenda rutin tahunan, minimal setahun sekali, ini sebagai momentum melestarikan rasa ukhuwah dan kebersamaan terajut lewat acara ini,” ujar Tgk. Edi Minggu, 17 Juni 2018.
Tgk. Edi menyebutkan, dalam acara ini bukan hanya pemuda terlibat tetapi semua elemen masyarakat hadir sebagai tamu undangan.

Meulumak itu memiliki kekuatan yang dahsyat, bukan hanya soal konsumsinya, tapi nilai yang hadir di balik tradisi meuleumak itu mampu melahirkan the power of love (kekuatan cinta) baik kepada sesama juga hubbul wathan (cinta tanah air),” kata mahasiswa STIS NU Meureudu, Pidie Jaya itu.

Mantan Ketua PPK Kembang Tanjung itu menambahkan, acara meuleumak ini ide para  pemuda sebagai “agent of change” (agen perubahan).

“Pemuda itu harus hadir dalam setiap kebaikan dan perbaikan masyarakat serta menjadi kunci penggerak dalam merekatkan ukhuwah dan persatuan,” ujar alumni Dayah Baldatul Mubarakah Kembang Tanjung ini.

Sementara itu Tgk. Muhammad akrab disapa Abi Padang yang merupakan salah seorang tokoh agama Pidie mengapresiasi tradisi meuleumak yang diprakarsai perantau dan pemuda Lamkawe itu.

“Secara pribadi saya sangat salut kontribusi dan peran perantau dan pemuda Lamkawe dalam tradisi meuleumak. Bukan hanya kekompakan juga kebersamaan dan ukhuwah yang terbangun lewat meuleumak itu. What the lamkawe youth did was something worthy of being roused by other youths of the region,” kata Abi Padang.

Abi Padang menyebutkan, sungguh indahnya kebersamaan dan ukhuwah yang terbangun lewat tradisi meuleumak itu dan harus lestarikan oleh generasi selanjutnya. Mempertahankan dan menciptakan sesuatu yang bernilai positif tentunya juga mampu memberikan pahala kepada sang pencetus dan mereka yang memeliharanya.[]