BANDA ACEH – Pimpinan Markaz Al-Ishlah Aziziyah Tgk H Tu Bulqaini Tanjungan memberikan tanggapannya terkait Pergub NO: 5 Tahun 2018 dalam unjuk rasa yang diadakan oleh sejumlah ormas di depan kantor DPRA, Kamis, 19 April 2018.

Tu Bulqaini Tanjungan Kepada generasi muda dan para pelaku politik mengatakan bahwa aceh berjaya dahulu karena menerapkan syariat Islam. Bukan karena dibantu oleh orang-orang Non Muslim.

“Telah banyak pengorbanan rakyat Aceh di masa lalu, sekarang saatnya sama-sama membangun kembali Aceh dengan dengan menggunakan konsep islam, sejak dahulu Aceh telah terkenal sebagai  generasi pejuang Islam yang rela mengorbankan jiwa raga demi kemenangan Islam” katanya,” kata Bulqaini.

Menurutnya, pada kenyataannya banyak negara Islam seperti Brunei, dan Turki, yakni negara-negara yang punya hubungan historical masa lalu dengan Aceh mereka mau berinvestasi.

“Investor tidak mesti harus berasal dari non muslim. Adalah satu kesalahan dalam cara berfikir para pelaku politik Aceh bila harus menyalahkan Qanun jinayat diterpkan menjadikan penyebab investor enggan datang menanamkan investasi di Aceh,” katanya.

Tu Bulqaini mengatakan terkait segala ketertinggalan Aceh dalam pembangunan selama ini adalah karena kesalahan dalam menjalankan konsep kerja.Bukan terhalang oleh karena diterapkannya Syariat Islam.

“Dalam konsep cara membangun Aceh, kini masih banyak terjadi kesalahan termasuk tentang cara pengelolaan dana Otsus oleh pemerintah, sudah lazim dalam menyelesaikan proyek-proyek menghabiskan biaya yang banyak namun belum sepenuhnya digunakan untuk kepentingan umum,” kata Tu Bulqaini.

Tu Bulqaini menghadiri acara tersebut karena merasa terpanggil untuk membela syariat islam yang telah dikambing hitamkan dan dianggap sebagai penyebab kegagalan Aceh dalam kemajuannya,oleh politisi Aceh yang kurang menyukai diterapkan syariat Islam.

 “Sudah menjadi kebiasaan para politisi Aceh ketika kampanye menggunakan nama besar ulama untuk meraih simpati masyarakat demi mencapai kemenangan di pemilihan umum, namun syariat islam diabaikan ketika terpilih,” kata Tu Bulqaini.

Tu Bulqaini hadir di acara tersebut sebagai sikap dukungannya dalam terwujudnya penerapan syariat Islam secara kaffah di Aceh. Ia merasa bertanggung jawab untuk membela kepentingan agama, karena Aceh dahulu telah dibangun dengan dengan pondasi Islam dengan pengorbanan yang sangat besar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kehadiran para pengunjuk rasa di DPRA hari itu  disambut oleh  Ketua DPRA Tgk. Muharuddin. S.Sos.I, dari DPRA PA, Azhari Cage, Iskandar Usman Al-Farlaky, dan Tarmizi (Panyang), hadir juga perwakilan dari DPRA PPP, PAN, PKS, dan lain-lain.[]

Penulis: Jamaluddin