Imam Besar Barisan Muda Umat (BMU) Tgk H Muhammad Yusuf Abdul Wahab atau yang akrab disapa Tu Sop menyerahkan kunci rumah bantuan untuk Nek Rohani, warga miskin di Gampong Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.
Tu Sop mengatakan, rumah itu dibangun dengan sumbangan umat. Mereka mengumpulkan uang mulai Rp 5 ribu hingga Rp 1 juta.
“Pembangunan rumah ini kita sebut infaq dakwah wassadakah, sekarang kita lakukan langsung nyata dan dibangun rumah, sumbangan mulai Rp 5 ribu hingga Rp 1 juta,” ujar Tusop.
Tusop berharap sumbangan umat terus mengalir, sehingga akan banyak keluarga yang menghuni rumah tak layak huni bisa terbantu.
Sementara penerima rumah, Rohani, merasa bahagia dan terharu dapat memiliki rumah yang telah diimpikannya sekian lama.
“Semoga yang ka geubantu rumoh keu kamoe beu ditamong lam syurga (semoga yang sudah membantu rumah untuk kami masuk surga),” ujar Rohani terharu, saat rumah bantuan untuknya diserahterimakan.
Rohani dan suaminya, Ibrahim Abdullah merupakan penduduk asli Gampong Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.
Saat tsunami menerjang kampung pesisir tersebut pada 2004 silam rumah mereka ikut hancur dan hanyut.
Meskipun rumahnya hancur diterjang gelombang tsunami, akhirnya mereka tetap tidak mendapat rumah bantuan karena pindah ke Gampong lain selama beberapa tahun.
Kemudian ia kembali lagi ke tempat asalnya di Gampong Baet, tetapi usahanya mendapatkan rumah tidak berhasil.
Rohani kini bekerja mencari tiram di sungai dan suaminya bekerja di tambak orang.
Karena tidak memiliki rumah, mereka sempat menumpang di sejumlah tempat dan membuat rumah seadanya di tanah milik orang lain.
Bahkan, ia bersama keenam anaknya juga pernah menetap di pondok di tengah tambak.
Dua tahun terakhir, mereka membeli sepetak tanah dengan cara mengicil dari penghasilannya. Lalu ia bersama suaminya mendirikan rumah seadanya dengan dinding kayu dan seng.
Rumah empat meter persegi itu ditempati oleh delapan orang. Bahkan rumah itu juga tidak memiliki kamar mandi.
Pada Januari 2019 lalu, kehidupan Rohani yang menempati rumah tak layak diketahui oleh Barisan Muda Umat (BMU).
Saat itu Tgk Zulkhairi, yang kemudian menjadi koordinator pembangunan rumah BMU 017 mengajukan usulan agar keluarga miskin ini dapat menempati rumah yang layak.
Dalam jangka waktu kurang lebih satu bulan, rumah untuk keluarga Rohani berhasil dibangun.
Zulkhairi berterima kasih kepada para donatur yang sudah menyumbangkan untuk biaya pembangunan.[]Sumber:Tribunnews







