SUBULUSSALAM – Sejumlah relawan asal Republik Ceko dan Slovakia berpartisipasi mengutip sampah plastik dari Sungai Lae Kombih, Desa Jontor dan Sikelang, Kota Subulussalam, Selasa, 4 September 2018.
Para relawan sekitar delapan orang ini dibekali karung oleh pengelola arung jeram setempat, untuk memungut sampah yang banyak berserakan di sekitar sungai.
Roni, penggiat arung jeram setempat, mengatakan kegiatan ini bagian dari eksperimen untuk program pembersihan lingkungan di sekitar objek wisata Kota Subulussalam.
“Para relawan ini datang untuk rafting, sembari menikmati keindahan alam, mereka juga mencoba terlibat dalam upaya menjaga lingkungan dari bahaya sampah yang kian hari kian memprihatinkan,” kata Roni.
Koordinator Green Life Program, Zbynek Hrabek mengatakan, kegiatan kutip sampah plastik ini adalah rangkaian dari kegiatan yang sama di Desa Batu Katak, Bahorok, Sumatera Utara, dan kegiatan Blue Life Program di gugusan Kepulauan Banyak, Aceh Singkil, yang berjalan selama beberapa tahun terakhir
“Idenya adalah mengumpulkan sedikit energi, waktu dan uang dari orang banyak, lalu mentransformasikannya bersama-sama ke hal-hal yang lebih besar, untuk penyelamatan lingkungan kita, untuk generasi selanjutnya,” tutur Zbynek.
Ia menyebutkan, Indonesia adalah penghasil sampah terbesar kedua di dunia. Data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah produksi sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton pertahun, sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.[]



