ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara berakhir dan ditutup secara resmi, Jumat, 19 Juli 2024.

Dashat tahun 2024 ini dilaksanakan di 27 desa dari 27 kecamatan yang ada dalam Kabupaten Aceh Utara dengan kerja sama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMPPKB), TP-PKK, Persagi Cabang Aceh Utara, dan Koordinator Balai Penyuluh KB masing-masing kecamatan.

Berlangsung di Balai KB Kecamatan Syamtalira Bayu, Jumat (19/7), kegiatan Dashat ditutup langsung oleh Kepala DPMPPKB Aceh Utara, Fuad Mukhtar, S.Sos., M.S.M., didampingi tim Persagi Cabang Aceh Utara, TP-PKK, Koordinator Balai KB, Camat dan Muspika Syamtalira Bayu serta Geusyik Gampong Dayah Blang Seureukuy. Acara penutupan dipandu Koordinator Balai KB Kecamatan Syamtalira Bayu, Marliah, S.E.

Kepala DPMPPKB Fuad Mukhtar dalam sambutannya pada acara penutupan Dashat itu sangat mengapresiasi seluruh peserta yang sangat aktif sampai hari terakhir mengikuti panduan para ahli gizi yang berlangsung selama 10 kali pertemuan.

Fuad Mukhtar menyampaikan Dashat ini merupakan program yang diluncurkan BKKBN Pusat dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia. Dashat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting terutama dari keluarga kurang mampu melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.

Menurut Fuad Mukhtar, keluarga berisiko stunting adalah keluarga yang memiliki satu atau lebih faktor risiko stunting yang terdiri dari keluarga yang memiliki anak remaja/calon pengantin/ibu hamil/ibu menyusui/bayi, baduta dan balita.

Oleh karena itu, Kepala DPMPPKB berharap setelah ini para peserta dapat meneruskan kegiatan ini dengan membagikan ilmu yang sudah didapat kepada masyarakat lainnya di gampong. “Dengan kegiatan teori dan praktek pengolahan pangan yang telah diberikan oleh para ahli gizi, hendaknya memanfaatkan potensi pangan lokal yang sehat, lezat, bergizi serta kekinian, sehingga semoga semua desa di Aceh Utara bebas stunting,” ujar Fuad.

Di akhir sambutannya, Kepala DPMPPKB Aceh Utara mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersama-sama berfokus pada bahan pangan lokal yang terjangkau dan tidak perlu mahal. “Aceh Utara negeri yang kaya, kita punya laut yang luas dengan hasil berlimpah. Kita juga punya lahan pertanian dengan hasil panen juga melimpah ruah,” ujarnya.

“Semua itu bisa kita manfaatkan untuk mengejar kebutuhan gizi keluarga. Memasaklah dengan bijak dan berikan makanan yang terbaik dan bergizi bagi seluruh keluarga. Melalui upaya bersama ini, kita berharap dapat mengatasi stunting dan akan lahir generasi emas yang bebas stunting di masa mendatang,” tambah Fuad.

Kepala DPMPPKB menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra kerja, yaitu Ketua TP-PKK Aceh Utara Ny. Awirdalina Mahyuzar, Kadis Kesehatan Aceh Utara, Direktur RSU Cut Meutia Aceh Utara, Persagi Cabang Aceh Utara, para Camat, para Kepala Puskesmas, Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas, para Koordinator Balai KB dan tim, para Geuchik dan para kader yang telah membantu menyukseskan kegiatan Dashat.

“Semoga kegiatan Dashat akan meberikan andil besar dalam upaya pengendalian stunting di Kabupaten Aceh Utara,” pungkas Fuad Mukhtar.[](ril)