Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsUlama Aceh: Pemerintah...

Ulama Aceh: Pemerintah RI Jangan Seakan Selalu Membuat Masalah untuk Aceh

BANDA ACEH – Pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Thajo Kumulo tentang pelarangan jilbab menuai banyak kontroversi. Salah satunya datang dari ulama karismatik Aceh, Tgk. Faisal Ali.

Ulama Aceh yang sekarang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPU Aceh itu dengan tegas mengatakan, ia sangat menyayangkan pernyataan Mendagri. Ia juga mengungkapkan, Mendagri tidak mengerti kekhususan Aceh.

“Pak Mendagri sepertinya tidak paham kekhususan Aceh,” ucapnya saat dihubungi portalsatu.com, Rabu, 24 Februari 2016.

Menurut Tgk. Faisal, kekhususan Aceh dalam menjalankan syariat Islam tidaklah melanggar UUD ataupun HAM karena syariat Islam dijalankan oleh penganutnya.

“Kita menjalankan syariat Islam terhadap penganutnya, jadi yang salah di mana,” ucapnya.

Ia sangat menyayangkan pernyataan Mendagri tersebut. Menurut Tgk. Faisal, Mendagri harus banyak belajar tentang Aceh agar tidak salah dalam membuat pernyataan.

“Mendagri sepertinya harus banyak belajar tentang Aceh kalau ingin mengeluarkan pernyataan,” katanya.

Ia berharap hal yang demikian tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Ia meminta semua pihak tidak membuat gesekan lagi antara Jakarta dan Pemerintah Aceh.

“Kita berharap hal yang seperti ini tidak terjadi lagi. Pemerintah RI jangan seakan selalu membuat masalah untuk Aceh,” kata dia.[](tyb/*sar)

Baca juga: