BANDA ACEH – Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, dinilai sukses meng-counter capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang sejak awal sudah membangun citra bersama ulama dari Aceh.

Penilaian itu disampaikan Taufik Abdullah, dosen Ilmu Politik Unimal. Dia melihat Aceh menjadi penting bukan karena jumlah pemilihnya. “Tapi ulama effect dari Aceh cukup krusial untuk memengaruhi dukungan ulama dari provinsi lainnya,” kata Taufik Abdullah kepada portalsatu.com, 7 Maret 2019.

Baca jugaPertemuan Presiden Dengan Ulama Aceh, Ini Kata Surya Paloh

Menurut Taufik, meskipun agak telat, manuver Surya Paloh dari tanah kelahirannya tampak sederhana saja. “Yaitu mengubah wajah Jokowi melalui ulama Aceh, yang diharapkan persepsi dan narasi bagi ulama di luar Aceh segera berbalik haluan, seterusnya mendukung Jokowi dua periode,” ungkap aktivis kritis ini.

Taufik menilai, Surya Paloh sangat sadar suara pemilih di Aceh tidak mengalami perubahan berarti, apalagi segmentasi tokoh dan ulama Aceh telah jauh hari diikat oleh koalisi PA-Gerindra-PAN-PKS-Demokrat. Namun, kata dia, movement ulama effect dari Aceh akan menjadi kiblat kampanye mengalahkan Prabowo di berbagai pelosok Indonesia.

Menurut Taufik, ulama Aceh sangat menghargai tokoh-tokoh nasional, apalagi negarawan sekaliber SBY, Prabowo dan Jokowi, tentu harus dihormati.

“Beberapa waktu lalu, ulama menyambut Prabowo dengan gegap gempita ketika datang bersilaturahmi  dan mohon doa restu, bahkan ikut memperingati tsunami Aceh pada Desember 2018 lalu. Kemudian, Pak SBY disambut dengan antusias sebagai Bapak Perdamaian Aceh. Begitu juga ketika diundang ke istana oleh Presiden Jokowi melalui Surya Paloh, maka ulama Aceh memenuhi undangan tersebut dengan ikhlas,” jelas Taufik yang juga mengajar ilmu politik di UIN Ar-Raniry dan Unsyiah.

Namun, Taufik menyayangkan kunjungan ke Istana Presiden sangat sarat muatan politis, karena ada kesan ulama tergiring untuk memberi citra politik kepada Jokowi sebagai pertahana.

“Dalam batas-batas rasional, saya pikir ulama Aceh telah menempatkan diri dengan baik sebagai panutan umat. Kita tidak perlu mencela sikap dan keputusan ulama, walau ada yang terbawa emosional ketika positioning ulama diletakkan dalam posisi paradoks, dilema dan pro-kontra,” ujar putra Pidie ini.

Lihat pulaIni Kata Waled Nu Usai Pertemuan Dengan Presiden

Wajar saja, kata Taufik, jika ada kesan publik di Aceh menilai Surya Paloh ingin menjadikan ulama Aceh sebagai kiblat untuk menolak fitnah dan hoaks yang dialamatkan kepada Jokowi.

“Dalam konteks ini, saya pikir sah-sah saja, karena kepentingan politik selalu menyisakan kebaikan. Pilpres kali ini memang ketat dan dinamis. Mari kita mendukung dan memilih dengan bebas dan rasional, tanpa ada paksaan dalam bentuk apapun,” ujar Taufik Abdullah.[]