Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaUngkap Kasus Pencabulan,...

Ungkap Kasus Pencabulan, 12 Personel Polres Aceh Utara Terima Reward

LHOKSUKON – Sebanyak 12 personel Polres Aceh Utara menerima reward (penghargaan) atas keberhasilan pengungkapan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan tersangka Mu alias Jef, 28 tahun, warga Gampong Matang Perlak, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.

Piagam dan uang tunai itu diserahkan Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata atau Untung Sangaji dalam upacara khusus yang digelar di Aula Tribrata Mapolres setempat, Senin, 30 Oktober 2017.

“Jangan dilihat dari apa yang diberikan, tapi lihatlah dari makna yang terkandung di dalamnya,” ujar Untung Sangaji dalam amanatnya saat upacara.

Untung Sangaji menyebutkan, 12 personel yang mendapatkan penghargaan berasal dari Satuan Reskrim dan Satuan Intelkam, terdiri dari empat perwira dan delapan bintara.

Kapolres merincikan, mereka adalah Kasat Intelkam AKP Yofie Artanta, Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah, KBO Reskrim Ipda Yimmi Hasibuan, KBO Intelkam Ipda Karianto, Bripka Aris Ifanda, Bripka Rahmad Yuli, Bripka Saifuddin, Bripda M Safri, Brigadir Aris Munandar, Brigadir Fachrurrazi, Brigadir Faisal dan Bripda Aulia Pratama.

“Ini masih dalam momen Hari Sumpah Pemuda. Saya anggap penghargaan ini juga bagian dari penghormatan atas pemuda kita,” pungkas Untung Sangaji.

Diberitakan sebelumnya, Mu alias Jef, 28 tahun, sopir asal Gampong Matang Perlak, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur ditangkap dan dilumpuhkan oleh Tactical Force Team Polres Aceh Utara di kawasan Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Sabtu, 16 September 2017 sekitar pukul 15.00 WIB.

Tersangka masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Aceh Utara sejak April 2016 silam atas kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Menurut pihak kepolisian, pria itu ditembak di kaki kanannya karena mencoba melawan saat disergap.[]

Baca juga: