Oleh: Anton Widyanto

Wahai ZIKIR,
Sekian tahun 
telah berlalu
Kami di bawah 
kepemimpinanmu
Apa yang sudah 
kami dapatkan?

Kesejahteraan?
Sepertinya masih
Jauh dari impian
Kenyamanan?
Sepertinya masih
Belum juga
Menjelang
Keamanan?
Sepertinya masih
Menjadi sebuah
harapan

Wahai ZIKIR,
Jabatan yang
Kau sandang
Bukanlah mainan
Kursi yang
Kau duduki
Bukanlah gurauan
Gaji yang
Kau makan
Bukanlah tanpa
Pertanggungjawaban

Wahai ZIKIR,
Tanyakan nuranimu
Pantaskah kemudian
Engkau sekarang justru
Sibuk mengobral
Janji dan petuah suci?
Tanyakan hatimu
Layakkah kemudian
Engkau sekarang malah
Sibuk menghabiskan 
Waktu untuk promosi?

Wahai ZIKIR,
Kami  rakyat jelata
Tidak lagi butuh mimpi
Kami rakyat jelata
Ingin menagih janji
Yang kami minta
Adalah bukti
Tanpa perlu menunggu
Setahun, dua  tahun lagi

(Darussalam, 30/1/2016)

 

*Penulis adalah Pegiat Sastra, serta peneliti ICAIOS dan Center for Area Studies (CfAS) UIN Ar-Raniry