ACEH UTARA – Salah satu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memproduksi peci Tanah Rencong milik Tgk. Wasly di Gampong Meunasah Masjid Teupin Punti, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, ikut terdampak banjir yang melanda kawasan itu beberapa waktu lalu. 

Akibatnya, dalam dua pekan terakhir pelaku usaha tersebut tidak memproduksi peci yang sudah mendapat orderan atau dipasarkan ke seluruh wilayah Aceh hingga luar negeri. 

Tgk. Wasly mengatakan usaha miliknya itu berhenti berproduksi sejak terjadi banjir pada 5 Desember 2020 dan hingga saat ini belum bisa bekerja karena masih ada lumpur yang harus dibersihkan. Dia belum berani beraktivitas sebagaimana biasanya karena tanggul sungai yang jebol di Gampong Meunasah Masjid Teupin Punti, belum diperbaiki secara permanen. 

“Akibat banjir ini kita masih trauma dan khawatir akan ada banjir susulan, lagi pula curah hujan selama ini masih agak tinggi. Warga di sini juga sedang melakukan perbaikan tanggul yang jebol secara tanggap darurat. Tentunya kita berharap jangan sampai terjadi lagi banjir susulan yang melanda kawasan Aceh Utara secara keseluruhan,” kata Tgk. Wasly, Senin 21 Desember 2020.

Untuk melanjutkan produksi peci, lanjut Tgk. Wasly, solusinya sedang diupayakan dengan cara dibuat oleh pekerja di rumah masing-masing. Pekerja sekitar 40 orang yang bekerja sesuai keahliannya. Sebelum terjadi banjir, pihaknya mampu menghasilkan 200 hingga 300 peci per hari. Ada jenis peci polos, peci motif dan lainnya.

“Hasil produksi peci ini sudah kita pasarkan ke seluruh Aceh. Ada juga ke Malaysia, Brunei Darussalam, dan di mana saja ada orang Aceh baik yang di luar negeri maupun luar daerah, itu kita tetap pasarkan sesuai permintaan. Usaha peci ini sudah berjalan sekitar 30 tahun yang merupakan warisan dari orang tua,” ujar Tgk. Wasly.

Tgk. Wasly menyebutkan ketika banjir melanda kawasan itu, bahan baku seperti kain dan sebagainya yang ada di tempat usaha tidak terendam karena cepat dipindahkan. Sejak terjadi banjir, pemasaran peci pun tidak berjalan dengan baik seperti biasanya.

“Ini merupakan usaha milik saya pribadi. Tapi, Alhamdulillah pada akhir tahun 2017 ada kita merima bantuan berupa mesin jahit sebanyak 10 unit dari Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, juga di bawah binaan pihak BI untuk UMKM,” ujar Tgk. Wasly.[]