SUBULUSSALAM – PT Pelita Nusa dilaporkan menarik semua alat berat yang semula berada di lokasi pengerjaan pelebaran jalan setelah terjadi tabrakan mobil dump truck milik perusahaan tersebut dengan becak motor (Betor) membawa satu keluarga, Jumat, 23 November 2018 sore kemarin.

“Ada tiga alat berat biasa parkir di sekitar sini, sekarang sudah ditarik dibawa ke Kutdong,” kata salah seorang warga setempat, Upik Gajah kepada portalsatu.com/, Sabtu, 24 November 2018.

Penarikan tiga alat berat yang selama ini beroperasi pengerjaan pelebaran jalan di kawasan Tangga Besi dilakukan sekitar pukul 23:00 WIB tadi malam atau saat situasi telah kondusif setelah sebelumnya sempat ricuh saat pihak kepolisian ingin mengamankan dump truck dari TKP.

“Jam 11 tadi malam tiga alat berat sudah ditarik semua, dibawa ke Kutdong,” kata Upik Gajah warga Tangga Besi salah satu saksi mata tabrakan karena terjadi di dekat rumahnya tepatnya di tikungan tajam Jalan Nasional Subulussalam-Tapaktuan.

Peristiwa tersebut menyebabkan satu warga Kampong Kuta Cepu, Askira (9) meninggal dunia.  Sementara tiga korban lainnya yakni ayah, mamak dan adik Askira mengalami luka-luka yaitu Basri (37), Siti (30) dan Asiah (4).

Askira siswa kelas III SDN Belegen ini mengalami luka parah setelah ikut terseret bersama Betor di bawah kolong mobil bagian depan. Sementara tiga korban lainnya terpental saat terjadi tabrakan sehingga hanya mengalami luka-luka ringan.

“Dia terjepit makanya parah sekali, harus dibantu menggunakan mobil beko dulu baru lepas,” ungkapnya.

Kepala Pos Lantas Penanggalan Hasbullah mengatakan  saat ini barang bukti mobil Dump Truk telah diamankan di Pos Lantas Penanggalan untuk penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya juga sudah mengukur TKP selanjutnya pemanggilan para saksi menyaksikan peristiwa yang berujung meninggalnya salah satu warga Kampong Kuta Cepu.

“Udah kita ukur TKP, mobil udah diamankan di Pos Lantas, semua sudah beres, tinggal penyelidikan pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Hasbullah.[]